Bahkan dalam klasemen Rookie of The Year Moto3 2026, Veda berdiri kokoh di puncak. Ia unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Brian Uriarte, yang baru mengumpulkan 29 poin.
BACA JUGA:Kiandra Ramadhipa Bawa Mimpi Indonesia di Rookies Cup Jerez 2026.
BACA JUGA:Dua Rider Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Aji Langsung Tembus ke Q2.
Le Mans menjadi saksi betapa kuatnya mental pembalap asal Yogyakarta ini. Saat banyak rookie berguguran—mulai dari gagal finis hingga tercecer di belakang—Veda justru tampil konsisten dan mengunci posisi empat besar.
Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positifnya setelah tampil kompetitif di seri-seri sebelumnya. Dari total lima balapan, Veda terus mengumpulkan poin penting yang menjaga posisinya tetap di jalur persaingan elite.
Namun, tantangan sesungguhnya masih panjang. Dengan selisih 65 poin dari Quiles, peluang juara dunia memang tidak mudah. Konsistensi ekstrem sang rival menjadi tembok tinggi yang harus ditembus.
Moto3 2026 akan berlanjut ke seri berikutnya di Catalunya. Balapan ini diprediksi menjadi ujian penting bagi Veda—apakah ia mampu menjaga momentum, atau justru tergerus tekanan.
Satu hal yang pasti, Indonesia kini punya alasan untuk terus menatap Moto3 dengan bangga. Veda Ega Pratama bukan sekadar peserta—ia adalah ancaman nyata.
Dan jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin, sejarah besar sedang ditulis.