PALEMBANG, PALPOS.CO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Badan Otonom (Basnom) HIPMI Syariah Sumatera Selatan menyelenggarakan Seminar Keuangan Syariah dan Kewirausahaan bertema “Strategi Investasi Syariah dalam Mengamankan Aset UMKM di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global” di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, mahasiswa, komunitas, akademisi, dan masyarakat umum.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, sekaligus mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis nilai, inovasi, dan keberlanjutan di Sumatera Selatan.
Seminar menghadirkan narasumber dari OJK, Maybank Syariah, KDEKS Sumsel, serta HIPMI Syariah dengan pembahasan mengenai investasi syariah, pengelolaan keuangan UMKM, perlindungan konsumen jasa keuangan, hingga penguatan kewirausahaan muda berbasis ekonomi syariah.
BACA JUGA:Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Harlah ke-10 Ponpes Hidayatullah Mubtadiin, Ajak Warga Jaga Kerukunan
BACA JUGA:Sekda Sumsel Edward Candra Resmi Buka Turnamen Sepak Bola RS Siti Fatimah Cup IV 2026
Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Selatan yang diwakili oleh Bendahara Umum BPD HIPMI Sumsel, Astri Gani, menyampaikan bahwa pengusaha muda perlu memiliki kemampuan adaptasi dan pengelolaan investasi yang baik untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah tantangan ekonomi global.
“UMKM sebagai tulang punggung perekonomian harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan ekonomi melalui pengelolaan investasi yang bijak dan berorientasi jangka panjang.
HIPMI Sumsel terus berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan ekosistem kewirausahaan di Sumatera Selatan,” ujar Astri Gani.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, dalam sesi Leader’s Insight menyampaikan bahwa semangat kewirausahaan dalam Islam memiliki fondasi kuat yang relevan dengan pengembangan ekonomi modern, termasuk dalam membangun UMKM yang inovatif dan berdaya saing global.
BACA JUGA:Meriah! Cik Ujang Senam Bareng Ratusan Warga Lubuklinggau, Ini Pesannya.
BACA JUGA:Dorong Sportivitas, Sekda Sumsel Resmi Buka Turnamen Sepak Bola RS Siti Fatimah 2026.
“Islam memiliki DNA saudagar yang kuat, dimana perdagangan, inovasi, dan kebermanfaatan menjadi bagian penting dalam membangun peradaban ekonomi.
Melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah, OJK mendorong generasi muda dan pelaku UMKM untuk tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka akses pasar, memanfaatkan teknologi digital, serta menghadirkan keberkahan dan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Arifin.
Kegiatan ini menghadirkan sesi diskusi interaktif dengan narasumber, antara lain Marviarum Eka Ramdiati selaku Penulis Buku Semua Bisa Kaya sekaligus Sekretaris Umum BPP HIPMI Syariah, serta narasumber dari lembaga jasa keuangan syariah yang membahas mengenai penguatan literasi, investasi, dan pengelolaan keuangan syariah bagi masyarakat dan pelaku UMKM.