Es Selendang Mayang, Minuman Tradisional Betawi yang Kembali Digemari Generasi Muda

Jumat 15-05-2026,13:18 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Bambang

Mereka menilai generasi muda kini lebih terbuka terhadap kuliner lokal, terutama setelah tren “back to traditional food” berkembang di media sosial.

BACA JUGA:Tempe Orek, Hidangan Sederhana yang Tetap Jadi Primadona di Meja Makan Indonesia

BACA JUGA:Ayam Taliwang: Kuliner Khas Lombok yang Mendunia

Banyak konten kreator kuliner yang mengulas Es Selendang Mayang karena tampilannya dianggap unik dan fotogenik.

Selain rasanya yang khas, Es Selendang Mayang juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Minuman ini sering hadir dalam acara adat Betawi, pesta rakyat, hingga perayaan keluarga.

Dahulu, Es Selendang Mayang banyak dijajakan oleh pedagang keliling menggunakan gerobak sederhana.

Namun kini, keberadaannya semakin mudah ditemukan di pusat kuliner tradisional maupun acara festival budaya.

Seorang penjual Es Selendang Mayang di kawasan Jakarta Selatan mengatakan bahwa penjualan minuman tersebut meningkat signifikan sejak banyak pelanggan muda mengunggah foto dan video di media sosial.

Ia mengaku banyak pembeli penasaran setelah melihat tampilan warna-warni Es Selendang Mayang di internet.

Bahkan, beberapa wisatawan asing juga tertarik mencicipinya karena dianggap berbeda dari dessert pada umumnya.

Pakar kuliner tradisional menilai fenomena ini sebagai tanda positif bagi pelestarian makanan khas daerah.

Menurut mereka, kuliner tradisional tidak boleh kalah dengan produk modern atau makanan impor.

Indonesia memiliki kekayaan rasa dan sejarah kuliner yang sangat besar, sehingga perlu terus dikenalkan kepada generasi baru.

Es Selendang Mayang menjadi salah satu contoh bagaimana makanan tradisional dapat bertahan dan berkembang mengikuti zaman.

Bahan utama Es Selendang Mayang sebenarnya cukup sederhana. Adonan kue dibuat dari campuran tepung beras, tepung hunkwe, santan, dan pewarna alami seperti daun pandan atau pewarna makanan.

Setelah dimasak hingga mengeras, adonan dipotong-potong lalu disajikan bersama kuah santan dan gula merah cair. Teksturnya yang lembut namun kenyal menjadi ciri khas utama minuman ini.

Kategori :