Ayam Geprek, Kuliner Pedas yang Terus Digemari Masyarakat Indonesia

Minggu 24-05-2026,07:00 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Bambang

Rudi menjelaskan bahwa inovasi menjadi kunci agar usaha ayam geprek tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

BACA JUGA:Udang Saus Padang Jadi Primadona Kuliner Nusantara, Pedas Gurihnya Bikin Ketagihan

BACA JUGA:Pastel Bihun Kembali Naik Daun, Camilan Tradisional yang Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Saat ini, banyak penjual menghadirkan variasi topping seperti keju mozzarella, saus mentai, telur asin, hingga sambal bawang khas daerah tertentu untuk menarik minat konsumen.

Selain inovasi rasa, strategi pemasaran digital juga berperan besar dalam perkembangan bisnis ayam geprek. Media sosial menjadi sarana promosi utama yang efektif karena mampu menjangkau konsumen lebih luas.

Foto dan video makanan dengan tampilan menggugah selera sering kali viral dan membuat banyak orang tertarik mencoba.

Pengamat kuliner lokal, Dian Prasetyo, menilai ayam geprek berhasil menjadi simbol kuliner modern yang tetap mempertahankan cita rasa tradisional Indonesia.

Ia menyebut perpaduan ayam goreng crispy dengan sambal ulek segar menciptakan sensasi makan yang sederhana namun memuaskan.

“Fenomena ayam geprek menunjukkan bahwa makanan lokal bisa berkembang mengikuti tren zaman tanpa kehilangan identitasnya. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM kuliner di Indonesia,” katanya.

Menurut Dian, harga ayam geprek yang relatif terjangkau juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan popularitasnya.

Dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per porsi, masyarakat dari berbagai kalangan dapat menikmati makanan tersebut.

Di sisi lain, persaingan bisnis ayam geprek juga semakin ketat. Banyak pelaku usaha harus menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku seperti ayam, cabai, dan minyak goreng.

Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap memperoleh keuntungan.

Meski demikian, sebagian besar pelaku usaha mengaku tetap optimistis terhadap prospek bisnis ayam geprek ke depan.

Mereka percaya permintaan pasar masih tinggi karena makanan ini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda yang gemar mencoba makanan pedas dan praktis.

Selain dijual secara langsung, ayam geprek kini banyak dipasarkan melalui layanan pesan antar online.

Kategori :