Kesadaran Warga Prabumulih terhadap Program KB Meningkat, Peserta Baru Tembus 21.589 Akseptor

Senin 01-06-2026,17:10 WIB
Reporter : Prabu
Editor : Bambang

Jumlah tersebut berasal dari target sebanyak 52.474 akseptor atau telah mencapai sekitar 18,54 persen dari sasaran yang ditetapkan tahun ini.

BACA JUGA:Polisi Ungkap Penipuan Modus Lowongan Kerja, Polsek Cambai Tangkap Seorang Perempuan Asal Kasih Dewa

BACA JUGA:PEP Zona 4 Salurkan 112 Sapi dan 74 Kambing Kurban untuk Masyarakat di Wilayah Operasional

“Tingginya minat terhadap metode suntik dinilai karena penggunaannya yang relatif praktis, mudah dijangkau, serta telah dikenal luas oleh masyarakat sebagai salah satu metode kontrasepsi yang efektif,” imbuhnya.

Selain suntik, pil KB juga masih menjadi pilihan favorit masyarakat. Data menunjukkan sebanyak 5.347 peserta menggunakan metode kontrasepsi pil dari total target 33.690 akseptor. Dengan demikian capaian penggunaan pil KB telah mencapai 15,87 persen.

Sementara itu, penggunaan kondom juga menunjukkan angka yang cukup baik. Hingga akhir April lalu tercatat sebanyak 1.654 peserta menggunakan metode kontrasepsi tersebut dari target 10.414 peserta atau mencapai sekitar 15,88 persen.

Tak hanya metode kontrasepsi jangka pendek, minat masyarakat terhadap metode kontrasepsi jangka panjang juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Untuk metode implant atau susuk KB, jumlah pengguna mencapai 6.859 peserta dari target 40.571 akseptor. Angka tersebut setara dengan capaian sekitar 16,91 persen,” ujarnya.

Sementara itu, penggunaan Intra Uterine Device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim tercatat sebanyak 4.644 peserta dari total target 40.748 akseptor dengan capaian sebesar 11,40 persen.

Eti Agustina menilai meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami efektivitas dan manfaat penggunaan alat kontrasepsi yang dapat digunakan dalam jangka waktu lebih lama.

“Ini menunjukkan masyarakat mulai mempertimbangkan pilihan kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan kondisi kesehatan masing-masing,” katanya.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, DPPKBPPPA Kota Prabumulih terus menggencarkan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya program keluarga berencana.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan, kader KB, penyuluh lapangan keluarga berencana, organisasi masyarakat, hingga berbagai instansi terkait lainnya.

Menurut Eti, edukasi yang berkelanjutan sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai manfaat program KB, termasuk berbagai pilihan metode kontrasepsi yang tersedia.

Selain membantu mengatur jarak kelahiran, program KB juga memiliki peran strategis dalam menekan risiko kesehatan ibu dan anak, mengurangi angka kematian ibu melahirkan, serta mendukung tumbuh kembang anak yang lebih optimal.

Pemerintah Kota Prabumulih optimistis capaian peserta KB baru akan terus meningkat hingga akhir tahun 2026. Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dinilai menjadi modal utama dalam mencapai target yang telah ditetapkan. (abu)

Kategori :