SEKAYU, PALPOS.CO – Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH menerima Sertifikat Persetujuan Desain untuk Pelaksanaan Konstruksi Jembatan P6 Lalan dari Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus Kementerian PU, Armen Ade Kristi, di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (3/6/2026).
Bupati Toha menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PU atas terbitnya sertifikat tersebut yang menjadi dasar dimulainya pembangunan kembali Jembatan P6 Lalan yang ambruk akibat ditabrak tugboat penarik tongkang batu bara pada Agustus 2024 lalu.
Menurut Toha, keberadaan jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat karena menjadi akses penting untuk menunjang aktivitas pendidikan, pelayanan, dan perekonomian warga Kecamatan Lalan.
"Yang terpenting masyarakat membutuhkan jembatan ini untuk sekolah dan aktivitas perekonomian. Kami berharap pembangunan berjalan lancar, aman, dan selesai sesuai target," ujar Toha.
BACA JUGA:Nekat Potong Kabel Listrik di Kebun Sawit, Dua Pelaku Diamankan Polsek Keluang
BACA JUGA:Pemkab Muba Siap Tertibkan HGU dan Amdal Perusahaan, Bakal Bentuk Tim Khusus
Ia juga meminta kontraktor mengutamakan keselamatan kerja dan kualitas konstruksi selama pelaksanaan pembangunan.
Selain itu, Toha berharap desain baru yang telah disetujui dapat memberikan tingkat keamanan yang lebih baik sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Pada kesempatan itu, Bupati Muba turut menitipkan aspirasi masyarakat kepada Kementerian PU terkait kebutuhan peningkatan infrastruktur di Musi Banyuasin.
Menurutnya, masih banyak ruas jalan dan infrastruktur yang membutuhkan penanganan, sementara kemampuan APBD daerah terbatas.
BACA JUGA:Muba Terapkan “Jum’at Full WFH”, Pelayanan Publik Tetap Jalan dengan Sistem Piket
BACA JUGA:Bus Jakarta–Padang Terbakar di Jalintim Muba, 38 Penumpang Lolos dari Maut
"Kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat untuk membantu pembenahan infrastruktur di Musi Banyuasin," katanya.
Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus Kementerian PU Armen Ade Kristi menjelaskan, persetujuan desain telah melalui serangkaian pembahasan teknis sejak diajukan pada Maret 2025.
Pada desain terbaru, tinggi jembatan ditingkatkan dari 8,5 meter menjadi 10,6 meter dan lebar bentang bersih diperluas dari 80 meter menjadi 140 meter guna meningkatkan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas sungai.