PALPOS.CO - Kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya.
Salah satu fondasi terpenting adalah budaya membaca dan literasi yang kuat sejak usia dini.
Menyadari masih adanya sekolah yang belum memiliki perpustakaan, terbatasnya akses bacaan di desa, serta pentingnya membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga, Pemerintah Kabupaten OKU Timur terus mendorong gerakan literasi yang menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten OKU Timur yang dirangkaikan dengan peluncuran empat inovasi literasi daerah di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Sabtu, 06 Juni 2026.
BACA JUGA:Suasana Haru Sambut Kepulangan 437 Jamaah Haji Kloter 1 OKU Timur
BACA JUGA:Tongkat komando Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 15/Cailendra resmi berganti
Bagi Pemerintah Kabupaten OKU Timur, lomba bertutur bukan sekadar ajang perlombaan.
Kegiatan ini menjadi sarana menumbuhkan minat baca anak-anak, melatih keberanian berbicara di depan umum, sekaligus mengenalkan kembali cerita rakyat yang sarat nilai moral dan kearifan lokal.
Bunda Literasi Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes. mengatakan bahwa penguatan literasi harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga desa.
Karena itu, pada kesempatan tersebut diluncurkan empat inovasi literasi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, yaitu SEHATI SEPUSTAKA (Satu Sekolah Satu Perpustakaan), GERBANG LITERASI DESA (pengembangan pojok baca menjadi perpustakaan desa), GERISA (Gerakan Literasi untuk Semua), dan PELITA KELUARGA (Penguatan Literasi Keluarga).
BACA JUGA:Jakor Desak Polda Sumsel Selidiki Kepatuhan Perusahaan Tambang di OKU Timur
BACA JUGA:Pencanangan Gertam Serentak, Komitmen OKUT Sebagai Lumbung Pangan Sumsel
Melalui program SEHATI SEPUSTAKA, pemerintah mendorong agar seluruh sekolah memiliki perpustakaan yang dapat diakses siswa sebagai pusat belajar dan pengembangan wawasan.
Sementara GERBANG LITERASI DESA diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan melalui penguatan perpustakaan desa.
Di sisi lain, PELITA KELUARGA hadir untuk membangun budaya membaca dari rumah.