Apalagi saat ini sebagian besar siswa sudah cukup familiar dengan penggunaan perangkat digital.
BACA JUGA:AKP Nasron Resmi Nahkodai Reskrim Polres OKU
BACA JUGA:Bongkar Kasus Maling Karet hingga Bobol Toko, 3 Tersangka Diamankan
“Kami mencoba memanfaatkan digitalisasi dalam dunia pendidikan karena anak-anak saat ini sudah tidak asing lagi dengan gadget.
Harapannya, mereka dapat belajar memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan mendukung proses belajar,” katanya.
Meski demikian, pelaksanaan SAS berbasis Android masih menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satunya adalah keterbatasan kepemilikan perangkat oleh siswa, sehingga sebagian harus meminjam telepon genggam milik orang tua.
Kondisi tersebut terkadang menimbulkan kendala saat proses login karena siswa tidak mengetahui alamat email yang terdaftar pada perangkat yang digunakan untuk mengakses Google Form.
Meskipun masih terdapat hambatan teknis, pihak sekolah menilai pelaksanaan SAS berbasis Android berjalan cukup baik dan menjadi langkah awal menuju sistem pembelajaran serta evaluasi yang lebih modern, efektif, dan efisien di lingkungan SDN 3 OKU. (len)