Pembeli disarankan mencoba seluruh kamera untuk mengambil foto dan video, memastikan hasil gambar tetap tajam dan fokus bekerja normal.
BACA JUGA:Infinix HOT 70 Resmi Hadir di Indonesia, Usung Desain Bunglon dan Baterai 6000mAh
BACA JUGA:Redmi Note 15 4G Jadi Hp Andalan di Kelas Rp3 Jutaan, Hadir dengan Kamera Resolusi Tinggi
Speaker dan mikrofon dapat diuji melalui pemutaran musik, panggilan telepon, atau perekaman suara.
Tak kalah penting, seluruh fitur konektivitas seperti Wi-Fi, Bluetooth, GPS, jaringan seluler, hingga NFC perlu dipastikan berfungsi dengan baik.
Pembeli juga sebaiknya memeriksa nomor IMEI perangkat dan memastikan nomor tersebut sesuai dengan yang tertera pada dus atau bagian perangkat.
Status IMEI juga harus sudah terdaftar agar smartphone dapat digunakan pada jaringan operator di Indonesia.
Riwayat akun pada perangkat wajib diperiksa sebelum pembelian diselesaikan. Pastikan seluruh akun milik pemilik sebelumnya, baik akun Google pada Android maupun Apple ID pada iPhone, telah keluar dari perangkat.
Langkah ini penting untuk menghindari fitur penguncian aktivasi yang dapat membuat smartphone tidak bisa digunakan setelah dilakukan reset.
Selain kondisi perangkat, pembeli juga dianjurkan meminta kelengkapan seperti kotak penjualan, charger asli, kabel data, dan nota pembelian apabila masih tersedia.
Kelengkapan tersebut dapat meningkatkan nilai jual kembali sekaligus memberikan keyakinan bahwa perangkat berasal dari jalur distribusi yang jelas.
Apabila membeli melalui marketplace, pilih penjual yang memiliki reputasi baik dan ulasan positif. Sementara untuk pembelian langsung di toko atau dari perorangan, lakukan seluruh pengujian sebelum pembayaran dilakukan.
Dengan memeriksa kondisi fisik, layar, baterai, kamera, speaker, port pengisian, tombol, konektivitas, IMEI, dan status akun secara menyeluruh, risiko mendapatkan HP bekas bermasalah dapat ditekan seminimal mungkin sekaligus memastikan perangkat tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.