Prinsip pemupukan 5T juga diperkenalkan guna memastikan efektivitas penggunaan pupuk sesuai kebutuhan tanaman.
BACA JUGA:Buron 5 Bulan, Polisi Tangkap DPO Pencurian Sawit Bersenjata Api di Musi Rawas
BACA JUGA:Memutus Rantai Bibit Ilegal, Cara Petani Sawit Muara Enim Kejar Target Panen
Sesi pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi salah satu yang paling diminati.
Peserta tidak hanya belajar mengenali hama dan penyakit, tetapi juga memahami konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), pemanfaatan agen hayati, serta penggunaan pestisida yang aman dan bertanggung jawab.
Agar pemahaman semakin kuat, peserta dilibatkan dalam berbagai praktik, seperti uji kelarutan pupuk, pengukuran pH media tanam, hingga perhitungan dosis pestisida.
Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menerapkan ilmu di lapangan.
BACA JUGA:Petani Sawit Pertanyakan Perbedaan Harga Beli TBS di PKS
BACA JUGA:Jarah Lima Ton Sawit Siang Malam secara Terang-terangan, Sekelompok Orang Dilaporkan ke Polres OKU
Pembelajaran semakin lengkap melalui kunjungan lapangan ke Pusat Penelitian Karet (PPK) Sembawa.
Di sana, peserta melihat langsung pengelolaan pembibitan, TBM, TM, hingga praktik panen tandan buah segar. Observasi ini menjadi jembatan antara teori dan praktik di dunia nyata.
Sepanjang pelatihan, antusiasme peserta terlihat tinggi.
Diskusi yang aktif dan pertukaran pengalaman antarpekebun memperkaya proses belajar, sekaligus membuka wawasan baru terkait tantangan di masing-masing wilayah.
BACA JUGA:Tembakan di Kebun Sawit Tungkal Jaya, Sekuriti Luka di Dada, Pelaku Diamankan
BACA JUGA:Nekat Potong Kabel Listrik di Kebun Sawit, Dua Pelaku Diamankan Polsek Keluang
Pelatihan ditutup dengan post-test sebagai evaluasi akhir.