Diduga Dipicu Asmara, Perundungan Pelajar SMP di Lubuklinggau Viral

Jumat 10-07-2026,20:31 WIB
Reporter : Yati
Editor : Bambang

Saat jam pelajaran berlangsung, ketika AKS sedang mengumpulkan tugas, RA bersama beberapa rekannya diduga mendatangi korban dan mengajaknya berkelahi.

BACA JUGA:SPBU di Lubuklinggau Buka Suara Soal Video Viral, Tegaskan Pertalite Memang Sudah Habis

BACA JUGA:48 Personel Polres Lubuklinggau Naik Pangkat, Kapolres: Jabatan Baru Harus Dibayar dengan Kinerja Lebih Baik

Namun ajakan tersebut ditolak karena korban memilih tetap mengikuti kegiatan belajar.

Usai jam sekolah berakhir, saat AKS sedang menunggu jemputan, RA bersama sejumlah rekannya kembali menemui korban dan mengajaknya ke belakang sekolah.

Merasa takut, AKS berusaha menghindar dengan berlari. Namun korban diduga dikejar, ditendang dari belakang hingga terjatuh.

Meski sempat bangkit dan mencoba melarikan diri, korban kembali dikejar hingga akhirnya terkepung.

Saat itulah korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah pelajar yang tidak lain kakak kelasnya sendiri.

Kasus yang viral tersebut kini menjadi perhatian jajaran Polres Lubuklinggau. Pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 09.15 WIB, personel Sat Intelkam Polres Lubuklinggau bersama Unit Intel Polsek Lubuklinggau Barat mendatangi SMP Negeri yang berada di Jalan Garuda Hitam, Kelurahan Permiri, Kota Lubuklinggau.

Kedatangan aparat kepolisian bertujuan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah sekaligus mengumpulkan informasi terkait dugaan perundungan yang viral di media sosial.

Kepala sekolah, Anita Efriyanti, membenarkan bahwa para pelajar yang terekam dalam video tersebut merupakan siswa di sekolah yang dipimpinnya.

Namun, para siswa yang diduga terlibat belum dapat dimintai keterangan secara langsung karena saat itu sedang mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring.

Dari hasil pendalaman awal yang dilakukan aparat kepolisian, dugaan perkelahian maupun perundungan itu dipicu persoalan asmara yang melibatkan kedua pelajar dengan seorang siswi.

Meski demikian, polisi menegaskan motif tersebut masih bersifat sementara dan masih terus didalami sehingga belum dapat dijadikan kesimpulan akhir penyelidikan.

Pihak sekolah juga berencana mempertemukan seluruh pihak yang terlibat melalui proses mediasi dengan menghadirkan orang tua masing-masing siswa serta instansi terkait.

"Kedua belah pihak sebenarnya sudah mulai membaik hubungannya. Namun kami tetap akan melakukan pemanggilan dan mediasi agar persoalan ini benar-benar selesai," ujar Anita.

Kategori :