Double Gold Indonesia di World Climbing Chamonix 2026!

Senin 13-07-2026,11:01 WIB
Reporter : Enchep H
Editor : Bambang

Randi harus puas meraih medali perak setelah mencatatkan waktu 6,51 detik, sedangkan medali perunggu menjadi milik atlet tuan rumah Prancis, Capucine Viglione.

BACA JUGA:OTW Korea! Megawati Hangestri Siap Jalani Musim Baru di Korea Selatan

BACA JUGA:AVC Men's Volleyball Cup 2026: Indonesia Tumbangkan Qatar 3-2!

Kemenangan di Chamonix sekaligus menjadi gelar juara kedua secara beruntun bagi Desak setelah sebelumnya sukses menaklukkan seri Krakow, Polandia.

Raihan back-to-back emas tersebut semakin mempertegas konsistensinya di level dunia sepanjang musim 2026.

Menariknya, sebelum bertanding Desak sempat mengaku kurang nyaman dengan cuaca panas di Chamonix dan mengeluhkan kurang tidur.

Namun seluruh keraguan itu berubah menjadi motivasi saat tampil di lintasan. Ia justru memperlihatkan performa terbaik ketika menghadapi partai-partai penentuan.

"Saya menampilkan performa terbaik dan benar-benar menikmati pertandingan. Saya sangat bahagia bisa mempersembahkan medali emas ini untuk negara dan tim saya," ujar Desak seusai naik podium juara.

Keberhasilan Indonesia merebut dua medali emas dan satu medali perak membuat Merah Putih mengamankan tiga dari enam medali yang diperebutkan pada nomor speed di World Climbing Chamonix 2026.

Pencapaian tersebut kembali menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi kekuatan utama panjat tebing dunia, terutama pada disiplin speed.

Momentum positif ini juga menjadi modal penting menghadapi seri-seri berikutnya sekaligus berbagai kejuaraan internasional mendatang.

Dengan perpaduan pengalaman Veddriq Leonardo, konsistensi Desak Made Rita Kusuma Dewi, serta munculnya generasi baru seperti Antasyafi Robby Al Hilmi, masa depan panjat tebing Indonesia terlihat semakin menjanjikan.

Dominasi di Chamonix bukan hanya tentang tambahan medali, tetapi juga menjadi pesan kuat kepada dunia bahwa Indonesia tetap menjadi negara yang harus dikalahkan pada nomor speed.

Ketika tekanan hadir dan para atlet unggulan dunia berguguran, Merah Putih justru tampil paling cepat, paling tenang, dan kembali berdiri di podium tertinggi.

Kategori :