Karena itu, pemeriksaan tekanan angin dan kondisi fisik ban sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh.
BACA JUGA:CFMoto V4 SR-RR Punya Rahasia Aerodinamika Buatan Desainer Ferrari.
BACA JUGA:Suzuki V-Strom 250 2026 Resmi Menggoda, Motor Adventure 2 Silinder Siap Temani Touring Jauh.
Velg yang penyok atau bengkok juga dapat memicu getaran pada setir. Benturan keras saat melewati lubang atau menghantam pembatas jalan dapat mengubah bentuk velg sehingga putaran roda menjadi tidak sempurna.
Dalam kondisi seperti ini, balancing saja sering kali tidak cukup dan velg perlu diperbaiki atau bahkan diganti.
Selain itu, komponen kaki-kaki mobil yang mulai aus, seperti tie rod, ball joint, bushing arm, maupun bearing roda, juga dapat menjadi sumber masalah.
Keausan pada komponen tersebut menyebabkan roda memiliki celah berlebih sehingga menimbulkan getaran ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Sistem pengereman juga patut mendapat perhatian. Piringan cakram yang tidak rata atau melengkung dapat menyebabkan setir bergetar, terutama ketika pengemudi menginjak pedal rem dari kecepatan tinggi.
Jika gejala ini muncul, pemeriksaan cakram dan kampas rem perlu segera dilakukan agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih serius.
Untuk mengatasi masalah tersebut, langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada ban, velg, serta seluruh komponen kaki-kaki kendaraan. Bila ditemukan ketidakseimbangan roda, lakukan balancing.
Jika sudut roda berubah, lakukan spooring sesuai spesifikasi pabrikan. Sementara itu, apabila terdapat komponen kaki-kaki yang aus, penggantian menjadi solusi terbaik agar getaran tidak kembali muncul.
Sebagai langkah pencegahan, balancing umumnya disarankan setiap 10.000 kilometer atau setelah ban dilepas dan dipasang kembali.
Sementara spooring sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama setelah mobil menghantam lubang besar atau ketika mulai muncul gejala seperti setir miring, mobil menarik ke satu sisi, maupun ban aus tidak merata.
Mengabaikan getaran pada setir bukan hanya membuat perjalanan terasa tidak nyaman, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan ban, suspensi, dan sistem kemudi.
Dengan melakukan spooring dan balancing secara rutin serta merawat kondisi ban dan kaki-kaki kendaraan, mobil akan tetap stabil, nyaman dikendarai, dan lebih aman saat digunakan di jalan tol maupun perjalanan jarak jauh.