Ayam Bakar Bekakak, Kuliner Tradisional Sarat Rasa dan Filosofi

Senin 27-07-2026,10:07 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Bambang

PALPOS.CO - Ayam bakar bekakak menjadi salah satu kuliner tradisional Indonesia yang hingga kini masih bertahan di tengah gempuran makanan modern.

Hidangan khas masyarakat Sunda, Jawa Barat, ini bukan sekadar ayam bakar biasa, melainkan sajian yang memiliki cita rasa khas sekaligus mengandung nilai budaya dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

Keunikan ayam bakar bekakak terletak pada cara penyajiannya. Seekor ayam utuh dibelah dari bagian dada hingga terbuka lebar menyerupai posisi tubuh yang direntangkan.

Bentuk inilah yang kemudian melahirkan istilah "bekakak". Setelah dibersihkan, ayam dibumbui dengan aneka rempah pilihan, diungkep hingga bumbu meresap, kemudian dipanggang perlahan di atas bara api sampai menghasilkan aroma harum dan warna kecokelatan yang menggugah selera.

BACA JUGA:Es Kembang Tahu, Kuliner Tradisional yang Tetap Populer

BACA JUGA:Kue Sus Kering, Camilan Renyah Legendaris yang Tetap Digemari dari Generasi ke Generasi.

Kuliner ini telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Sunda. Dahulu, ayam bakar bekakak kerap disajikan dalam berbagai acara penting, seperti pernikahan, khitanan, hingga syukuran keluarga.

Dalam prosesi adat pernikahan Sunda bahkan dikenal tradisi "patarik-tarik bakakak", yaitu kedua mempelai menarik ayam bekakak dari dua sisi sebagai simbol kebersamaan, kerja sama, dan harapan membangun rumah tangga yang harmonis.

Selain memiliki nilai simbolis, ayam bakar bekakak juga dikenal karena kekayaan cita rasanya. Perpaduan bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, serai, daun salam, serta gula merah menciptakan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas yang meresap hingga ke dalam daging.

Proses memasaknya membutuhkan kesabaran. Ayam biasanya terlebih dahulu diungkep selama 45 hingga 60 menit agar rempah benar-benar menyatu dengan daging.

BACA JUGA:Tumis Jantung Pisang, Hidangan Tradisional Kaya Nutrisi yang Tetap Digemari Masyarakat.

BACA JUGA:Genjer Tumis, Hidangan Sederhana yang Tetap Digemari, Kaya Nutrisi dan Mudah Diolah.

Setelah itu ayam dipanggang sambil sesekali diolesi sisa bumbu hingga permukaannya mengilap dan sedikit karamel. Teknik memasak ini membuat bagian luar ayam terasa sedikit renyah, sementara bagian dalamnya tetap empuk dan juicy.

Di berbagai daerah Jawa Barat, setiap keluarga memiliki racikan bumbu yang berbeda. Ada yang menonjolkan rasa manis dengan tambahan gula aren, ada pula yang lebih gurih dengan santan dan kemiri yang lebih banyak. Variasi tersebut membuat ayam bakar bekakak memiliki karakter rasa yang beragam meski menggunakan bahan dasar yang sama.

Kini, ayam bakar bekakak tidak hanya hadir dalam acara adat. Banyak rumah makan khas Sunda menjadikannya sebagai menu andalan yang diminati wisatawan.

Kategori :