Nilai bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di lapangan, hasil survei teknis, serta pembahasan dalam proses pengajuan program CSR.
BACA JUGA:Perkuat Sektor Pertanian, Pemkot Prabumulih Laksanakan Kegiatan Tebas Tebang Lahan Pertanian
"Nilainya kurang lebih antara Rp40 juta sampai Rp45 juta untuk setiap rumah. Besaran itu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan hasil pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya," jelasnya.
Jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, jumlah bantuan RTLH yang disalurkan Bank Sumsel Babel Prabumulih diperkirakan tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Pada tahun 2025 lalu, melalui program CSR, BSB Prabumulih telah membantu pembangunan maupun perbaikan tiga unit rumah warga. Untuk tahun 2026, jumlah bantuan diperkirakan masih berada pada kisaran yang sama, meskipun realisasi akhirnya tetap bergantung pada hasil evaluasi dan persetujuan terhadap usulan yang masuk.
"Tahun lalu ada tiga unit rumah yang mendapat bantuan. Tahun ini kemungkinan tidak jauh berbeda, namun tetap menyesuaikan proses pengajuan dan persetujuan," ungkapnya.
Ali Akbar menegaskan bahwa program CSR Bank Sumsel Babel tidak hanya difokuskan pada pembangunan rumah tidak layak huni.
Dana tanggung jawab sosial perusahaan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, tujuan utama program CSR adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai bentuk bantuan yang berdampak nyata terhadap kehidupan warga.
"Pada prinsipnya, dana CSR digunakan untuk membantu program-program sosial yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Harapannya tentu bisa membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dari sisi perekonomian," tuturnya.
Salah satu bentuk bantuan yang juga dapat diberikan melalui program CSR adalah pembangunan kembali rumah warga yang mengalami musibah, seperti kebakaran.
Bantuan tersebut dinilai mampu meringankan beban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal sekaligus mempercepat proses pemulihan kondisi mereka.
Ia menilai, bantuan pembangunan rumah memiliki dampak yang sangat besar karena menyentuh salah satu kebutuhan paling mendasar setiap keluarga, yakni memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni.
"Rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan keluarga yang lebih baik.