OKI, PALPOS.CO - Pengendara yang melewati Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai mengeluhkan munculnya kabut asap.
Pasalnya, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut mengganggu pengendara karena dapat mengurangi jarak padang.
Terpantau, di sepanjang Jalintim wilayah Kota Kayuagung hingga ke Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran, sekitar pukul 17.30 WIB kabut asap masih tampak tebal.
Warga juga menyebut, kabut asap tidak hanya muncul pada sore hari, tetapi juga di pagi hari.
BACA JUGA:Rumah Warga Cinta Raja OKI Diamuk si Jago Merah, 12 KK Kehilangan Tempat Tinggal
BACA JUGA:Waspada ISPA, Dinkes OKI Catat 92 Kasus di Bulan Agustus 2026
Leni (40), warga Desa Serinanti, Kecamatan Pedamaran mengatakan, munculnya kabut asap di Jalintim sangat berbahaya bagi pengendara, lantaran dikhawatirkan dapat menyebabkan kecelakaan.
"Kemudian, asap ini bisa membuat mata kita menjadi perih, apalagi jika mata ada gangguan dapat menyebabkan iritasi. Saya pribadi, mata menjadi merah jika terus terkena asap," ungkapnya, Rabu, 26 Agustus 2026.
Leni juga mengkhawatirkan penderita asma. Menurutnya, jika penderita asma terus-terusan mengisap asap, biasanya sering terjadi kambuh.
"Saya berkendara pada saat mau mengajar. Pagi-pagi ke arah Teluk Gelam itu kabut asapnya masih sangat pekat.
BACA JUGA:Final Bidar OKI Tutup Rangkaian HUT Ke-81 RI, Lubuk Dalam Kembali Juara
BACA JUGA:Baznas OKI Warnai Kemeriahan HUT RI ke-81 dengan Berbagai Perlombaan Tradisional
Kalau ke arah Kayuagung juga sama. Apalagi minggu lalu, semakin dekat ke Kota Palembang semakin pekat asapnya," ujar Leni.
Ia menambahkan, untuk di Desa Serinanti, dibanding beberapa hari sebelumnya, pada hari ini kabut asap terlihat lebih pekat.
"Harapan kita, kabut asap dapat segera teratasi, karena mengganggu sekali," imbuhnya.