Sebaliknya, suhu minyak yang terlalu rendah dapat membuat tepung menyerap terlalu banyak minyak sehingga teksturnya menjadi kurang renyah.
BACA JUGA:Sayur Asem, Hidangan Tradisional yang Tetap Digemari di Tengah Perkembangan Kuliner
BACA JUGA:Ayam Rica-Rica, Kuliner Pedas Khas Manado yang Terus Digemari
Selain teknik memasak, kualitas cumi juga berpengaruh terhadap hasil akhir hidangan. Cumi yang masih segar biasanya memiliki aroma laut yang tidak terlalu menyengat dan tekstur yang kenyal.
Karena itu, pelaku usaha kuliner perlu memperhatikan kondisi bahan baku sejak proses pembelian hingga penyimpanan.
Dari sisi penyajian, cumi goreng crispy memiliki banyak variasi. Hidangan tersebut dapat disajikan bersama saus sambal, saus tomat, mayones, atau saus dengan cita rasa pedas dan gurih.
Bahkan, sejumlah penjual menawarkan berbagai pilihan bumbu tabur, seperti balado, barbeque, keju, jagung bakar, dan rumput laut.
Variasi rasa tersebut membuat cumi goreng crispy semakin mudah diterima oleh konsumen.
Bagi pencinta makanan pedas, misalnya, cumi dapat dipadukan dengan sambal yang memiliki tingkat kepedasan sesuai selera.
Sementara bagi konsumen yang menyukai rasa lebih ringan, saus mayones atau saus keju dapat menjadi pilihan.
Perkembangan media sosial turut membantu memperkenalkan makanan tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.
Foto dan video cumi goreng crispy yang menampilkan lapisan tepung berwarna keemasan dan tekstur renyah sering digunakan sebagai materi promosi oleh pelaku usaha.
Tampilan makanan yang menarik membuat menu tersebut cukup mudah dipasarkan melalui platform digital.
Bagi pelaku usaha kecil, cumi goreng crispy juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk dengan berbagai ukuran dan harga.
Penjual dapat menawarkan porsi kecil sebagai camilan, sementara porsi yang lebih besar dapat dijadikan menu pendamping nasi.
Strategi tersebut memungkinkan produk menyasar konsumen dengan kebutuhan yang berbeda.