Tinjau Karhutla di Muba, Herman Deru Tekankan Pencegahan dan Keterlibatan Masyarakat

Senin 07-09-2026,12:13 WIB
Reporter : Enchep H
Editor : Bambang

MUBA, PALPOS.CO – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru terus memantau upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumsel.

Kali ini, Gubernur meninjau langsung titik kebakaran di Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (4/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah-langkah penanganan Karhutla yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) berjalan optimal, baik dalam upaya pemadaman api maupun pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.

Herman Deru menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan langkah yang terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga penanggulangan.

BACA JUGA:Herman Deru Konsisten Perkuat Literasi Sumsel, Perpusnas Beri Apresiasi

BACA JUGA:Feby Herman Deru Ajak Para Ibu Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Peringatan Maulid

Menurutnya, kebakaran harus dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum api semakin besar dan sulit dikendalikan.

“Penyakit kita ini mungkin agak susah mengobatinya, makanya harus ada reward dan punishment.

Kalau apinya masih kecil, kepedulian kita sudah ada dan masih bisa kita minimalisir. Tetapi kalau sudah besar, penanganannya menjadi jauh lebih sulit,” ujar Herman Deru.

Ia mencontohkan penanganan kebakaran sebelumnya dengan luasan mencapai sekitar 17 hektare. Dalam penanganan tersebut, pemerintah mengerahkan empat helikopter untuk melaksanakan water bombing.

BACA JUGA:Dorong Pelayanan Publik yang Humanis, Kemenkum Sumsel Dukung Pasporia Sriwijaya Immigration Excellence

BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Dukung Penegasan Status WNI 1.512 Anak PMI di Malaysia

Dengan kemampuan satu helikopter mencapai sekitar 30 sorti per hari, secara keseluruhan dapat dilakukan hingga 120 sorti dalam sehari.

Namun, Herman Deru menyebutkan bahwa dari luasan 17 hektare tersebut, pemadaman melalui water bombing hanya mampu menangani sekitar 2,5 hektare.

Sementara itu, sebagian besar pemadaman, yakni sekitar 15 hektare, dilakukan melalui peran personel Satgas yang berada langsung di lapangan.

Kategori :