“Pengendara yang lengkap ada bingkisan suvenir. Ini bentuk apresiasi kita kepada mereka yang telah taat aturan berlalu lintas dan taat pajak,” tegasnya.
BACA JUGA:Dinas PPPA OKU Beri Pendampingan Korban Kekerasan Seksual
BACA JUGA:Kajari OKU Mutasi Ke Lampung, Kini Digantikan Kristanto Trinoviandri
Dayat menambahkan, meski kegiatan tersebut belum terlalu signifikan berdampak terhadap peningkatan realisasi penerimaan pajak, Samsat Menyapa memberikan manfaat dalam proses pendataan kendaraan di lapangan.
Petugas dapat menemukan kendaraan yang menunggak atau mati pajak, termasuk kendaraan berpelat luar Sumsel.
Data tersebut kemudian dicatat melalui aplikasi Siguntang. “Kita dapat mendata, terutama kendaraan roda dua. Ini banyak kita temukan pajak kendaraannya mati,” tuturnya.
Sementara itu, terkait kabar kemungkinan adanya pemutihan pajak kendaraan bermotor, Dayat menyebut pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah provinsi.
Menurutnya, apabila program pemutihan diberlakukan, hal tersebut akan sejalan dengan Samsat Menyapa.
Petugas dapat sekaligus menyosialisasikan program tersebut kepada pemilik kendaraan yang masih memiliki tunggakan pajak. “Kita masih menunggu instruksi, nanti kita informasikan,” pungkasnya. (len)