Sate Maranggi, Kuliner Khas Purwakarta yang Terus Menggoda Selera

Jumat 02-10-2026,11:03 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Bambang

Bagi sebagian penikmat, sedikit bagian daging yang berwarna kecokelatan akibat proses pembakaran justru menjadi salah satu bagian yang paling menggugah selera.

BACA JUGA:Sotong Goreng, Jajanan Gurih yang Tetap Digemari di Tengah Tren Kuliner

BACA JUGA:Telur Gulung, Jajanan Sederhana yang Tetap Digemari di Tengah Tren Kuliner

Sate maranggi biasanya disajikan bersama sambal tomat atau sambal berbahan dasar cabai dan tomat. Pelengkap lainnya dapat berupa irisan tomat, bawang, dan lontong atau nasi.

Perpaduan rasa gurih dan manis dari daging dengan rasa segar serta pedas dari sambal membuat hidangan ini memiliki karakter rasa yang berbeda dibandingkan jenis sate lainnya.

Popularitas sate maranggi juga tidak terlepas dari perkembangan pariwisata kuliner di Purwakarta.

Sejumlah tempat makan yang menjual sate maranggi menjadi tujuan wisatawan untuk menikmati makanan khas daerah.

Pada akhir pekan dan musim liburan, kuliner tersebut kerap menjadi bagian dari pengalaman wisata masyarakat yang datang ke Purwakarta.

Selain sebagai makanan khas daerah, sate maranggi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Usaha penjualan sate dapat menjadi sumber penghasilan bagi pedagang, pengusaha rumah makan, hingga pelaku usaha kecil yang memproduksi bumbu dan bahan pendukungnya.

Permintaan yang terus ada membuat kuliner tradisional ini memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.

Di tengah munculnya berbagai makanan modern, keberadaan sate maranggi menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di masyarakat.

Pengusaha kuliner juga mulai melakukan berbagai inovasi, mulai dari variasi penyajian hingga penggunaan kemasan yang lebih praktis.

Meski demikian, cita rasa khas dan proses pembakaran menggunakan bara tetap dipertahankan agar karakter sate maranggi tidak hilang.

Keberadaan sate maranggi juga memperlihatkan bagaimana makanan dapat menjadi bagian dari identitas suatu daerah.

Bagi masyarakat Purwakarta, kuliner tersebut bukan sekadar makanan yang dikonsumsi sehari-hari, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Kategori :