Dijelaskannya, atrean tersebut terjadi sebabkan tingginya pembelian jenis BBM Pertalite dan Solar Sunsidi sehingga terlihat penumpukan kendaraan.
BACA JUGA:Sepakat Teken Raperda Perubahan APBD Rp2,5 Triliun
BACA JUGA:Akhir Pelarian, Begal Sadis Bersenpi Dihadiahi Timah Panas
"Antrian terlihat pukul 06.00 - 12.00, namuj tidak mengganggu arus lalulintas," katanya.
Untuk penjualan BBM Solar Subsidi dan Pertalite dalam sehari mencapai 16 KL. Untuk Dex 1 KL per hari dan Pertamax 4 KL per hari. "Dalam pelayanan kita tidak melayani barcode berulang-ulang.
Kalu curiga kami akan minta konsumen memperlihatkan STNK. Selain itu untuk mencegah pembelian berulang kita memasang kamera," pungkasnya.(ozi)