Oknum Guru di Muratara Cabuli Siswinya Sendiri

Kamis 08-10-2026,16:09 WIB
Reporter : Yati
Editor : Bambang

MURATARA, PALPOS.CO - Dunia Pendidikan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali tercoreng oleh ulah oknum guru Pendidikan Jasmani (Olahraga) salah satu SMP di Kecamatan Karang Dapo berinisial LA. 

Bukan memberikan Pendidikan yang benar, oknum guru olahraga ini malah mengambil kesempatan untuk menekan dan melakukan aksi asusila terhadap siswinya sendiri yang masih berusia 14 tahun.

Dugaan pencabulan tersebut terungkap setelah ayah korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Satuan Reseserse Perlinduangan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA dan PPO) Polres Muratara, Selasa (6/10/2026).

KBO Satres PPA dan PPO Polres Muratara, Ipda Hendry Martadinata, mengungkapkan bahwa aksi pencabulan tersebut bukan kali pertama dilakukan oleh LA.

BACA JUGA:Satreskrim Polres Muratara Ungkap Identitas Orang Tua Bayi Terlantar di Mushola

BACA JUGA:Bupati Muratara Soroti Pencurian Sawit hingga Dugaan Praktik Pungutan Perekrutan Tenaga Kerja

Namun aksi terakhir yang dilakukan LA diketahui terjadi di ruangan Perpustakaan SMP Negeri di Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026).

"Aksi pencabulan yang dilakukan LA sudah berulang kali, setidaknya tidak kurang dari delapan kali, sehingga korban yang sudah tidak tahan menghadapi oknum tersebut mengadu ke orang tuanya dan melaporkan kejadian ini ke Polres Muratara," terang Ipda Hendry, Kamis (8/10/2026).

Setiap kali melakukan aksinya LA selalu menggunakan modus yang sama dengan berpura-pura mau mengajari korban dan memanggil korban ke perpustakaan di saat kondisi dan suasana perpustakaan sedang sepi.

Korban yang tidak tahu akan bulus oknum guru cabul tersebut hanya menurut setiap kali diminta datang ke perpustakaan. Namun korban tetap melakukan penolakan dan perlawanan setiap kali LA akan mecabulinya.

BACA JUGA:Dua Truk Adu Banteng di Jalinsum Lubuk Kemang Muratara, Begini Kondisi Sopir dan Penumpang

BACA JUGA:Di Balik Seragam Reserse, Kisah Iptu Joni Jamaris Menjawab Tantangan sebagai Kasat Reskrim Polres Muratara

Tetapi perlawanan korban tentu saja sia-sia, karena suasana perpustakaan yang sepi membuat korban leluasa melecehkan dan mencabuli korban.

Terakhir, oknum guru tersebut memaksa korban memegang alat vitalnya hingga ia berhasil mencapai klimak. 

Hanya saja LA tidak menyadari bahwa puncak klimak dan kenikmatan sesaat yang dirasakannya justru mengantarkannya ke pintu jeruji besi.

Kategori :