BATURAJA, PALPOS.CO - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), melalui Dinas Pendidikan OKU menggelar Rapat Koordinasi, Evaluasi, dan Perencanaan Program Satuan Pendidikan Negeri se-Kabupaten OKU.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, serta seluruh Kepala Sekolah dari jenjang TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta di seluruh wilayah OKU.
Serta Asisten III Administrasi Umum Romson Fitri, Kepala BKAD Setiawan, Kepala Dinas Kominfo Mirdaili, serta Kepala BKPSDM Imron HS, serta PLT Kepala Dinas Pendidikan Zulpan Naser.
Dalam arahannya, Teddy menantang para kepala sekolah untuk berinovasi. Ia meminta seluruh satuan pendidikan berlomba-lomba mencari ide inovasi demi memajukan sekolah masing-masing.
BACA JUGA:Kecelakaan Dua Kereta Api di Stasiun Talang Baru OKU, Lokomotif Terguling dan Awak Terluka
BACA JUGA:Polres OKU Ringkus 4 Pemuda Pelaku Pengeroyokan Anak di Bawah Umur di SPBU Bakung
"Kami dari Pemerintah Daerah siap mendampingi penuh, asalkan inovasi itu memang ditujukan untuk kemajuan dinas pendidikan dan peningkatan mutu sekolah," ujar Teddy, Jumat (16/10).
Tak hanya itu, Bupati OKU juga menyampaikan, salah satu poin penting yang menjadi sorotannya adalah masalah pemerataan tenaga pendidik.
Teddy menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera memetakan kondisi pengajaran guna memastikan kualitas guru tersebar merata di seluruh wilayah OKU.
"Kita ingin memetakan pendidikan agar kualitas guru di OKU, khususnya tenaga pendidik, bisa merata.
BACA JUGA:Dinkes OKU Imbau Masyarakat Gunakan Masker Saat di Luar Rumah
BACA JUGA:17 Sertifikat Aset Diserahkan, Pemkab OKU Perkuat Pengamanan Aset Daerah
Perlu ada sedikit rangsangan atau nilai tambah (nilai plus) bagi guru yang bersedia ditempatkan di wilayah tertentu. Kalau tidak begitu, akan susah memeratakan kualitas guru kita," jelasnya.
Tak hanya itu dihadapan para kepala sekolah, Teddy juga menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kesejahteraan fisik dan mental para guru.
Ia mengungkapkan adanya laporan resmi mengenai maraknya tenaga pendidik yang terjerat masalah finansial dan sosial.