Tekan Inflasi Lewat Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah

Minggu 18-10-2026,18:39 WIB
Reporter : Febi
Editor : Bambang

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Sebagai langkah nyata menekan laju inflasi daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim berkomitmen memperkuat stabilitas pasokan serta harga komoditas pangan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui aksi kolaboratif berupa Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Murah (OPM) yang diselenggarakan di area parkir Mambo 2, Kelurahan Pasar 2, Kecamatan Muara Enim.

Agenda ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Muara Enim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Hermin Eko Purwanto, yang hadir mewakili Bupati.

Inisiatif kegiatan digagas oleh Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Kabupaten Muara Enim.

BACA JUGA:Bejat! Ayah Kandung Diduga Setubuhi Anak Sendiri Dua Kali

BACA JUGA:Dorong Penanganan Korban Kekerasan dan Anak Terlantar

Pelaksanaannya juga melibatkan sinergi lintas instansi, mencakup Perum BULOG, Dinas Tanam Pangan Hortikultura dan Peternakan, Dinas Perikanan, Dinas Perkebunan, hingga Dinas Koperasi dan UKM.

Adapun komoditi yang dijual yakni Beras Premium merk jempol dan seruling sebanyak 5 ton Rp70 ribu/5 Kg dan Rp140 ribu/10 kg, Beras SPHP sebanyak 10 ton Rp60 ribu/5 Kg, Minyak merk Fortune sebanyak 600 liter Rp16 ribu/ltr, Tepung terigu sebanyak 600 kg Rp10 ribu/kg, Gula pasir sebanyak 600 kg Rp14.500/kg, 

Susu kental merk enak sebanyak 600 kaleng Rp10 ribu/kaleng, Mentega sebanyak 600 sachet Rp5.500,/sachet, Tepung Tapioka sebanyak 600 bungkus Rp10 ribu/bungkus.

Kemudian, Cabe Merah keriting sebanyak 50 kg Rp50 ribu/kg, Cabe rawit Merah sebanyak 25 kg Rp60 ribu/kg, Ikan Patin sebanyak 50 kg Rp15 ribu/kg, Ikan Salam sebanyak 50 kg Rp25 ribu/kg, Kopi Semende sebanyak 50 kg Rp100 ribu/kg, Minya Kita sebanyak 300 liter Rp15 ribu/liter.

BACA JUGA:Optimalkan 1,5 Hektare Lahan untuk Tanam Jagung

BACA JUGA:Kemenag Muara Enim Perkuat Peran Santri untuk Pembangunan Daerah

Hermin Eko Purwanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan OPM dan GPM merupakan bukti kepedulian riil pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk memperkuat daya beli warga sekaligus memproteksi stabilitas harga bahan pokok.

"Program ini menjadi taktik terukur dalam mengawal perekonomian daerah," ujar Eko, Minggu 18 Oktober 2026.

Ia mengapresiasi suksesnya acara tersebut dan berharap warga dapat memanfaatkan ketersediaan bahan pangan berharga miring ini demi memenuhi kebutuhan harian.

Kategori :