50 Calon Kepala Sekolah OKU Digembleng

Senin 19-10-2026,14:56 WIB
Reporter : Eco
Editor : Bambang

BATURAJA, PALPOS.CO — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mulai menyiapkan calon pemimpin satuan pendidikan melalui Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).

Sebanyak 50 guru SD dan SMP mengikuti pelatihan selama 10 hari, 16—25 Oktober 2026, di Zuri Hotel Baturaja.

Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan OKU dengan dukungan APBD 2026 itu diikuti 33 guru sekolah dasar dan 17 guru sekolah menengah pertama.

Seluruh peserta telah melewati seleksi administrasi dan seleksi substansi sesuai ketentuan.

BACA JUGA:Mutasi Personel Polres OKU, Wakapolres hingga Kasat Lantas Berganti

BACA JUGA:BPBD OKU Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Musim Pancaroba

Sekretaris Daerah OKU Alva Elan menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi guru di ruang kelas.

Kepemimpinan sekolah juga menjadi faktor penting dalam membangun tata kelola pendidikan yang profesional dan berorientasi pada mutu.

Karena itu, Alva berharap pelatihan BCKS tidak berhenti sebagai kegiatan formalitas, tetapi benar-benar membentuk calon kepala sekolah yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam memimpin satuan pendidikan.

"Pemerintah Kabupaten OKU berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan sumber daya manusia serta tata kelola pendidikan yang profesional, transparan, dan akuntabel," ujarnya, Senin (19/10).

BACA JUGA:KAI Lanjutkan Pemulihan Operasional Stasiun Talang Baru

BACA JUGA:Warung Makan Raja Kuliner Baturaja Terbakar

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan OKU Zulfan Naser menjelaskan, pelatihan BCKS merupakan bagian dari Program Kepemimpinan Sekolah yang menjadi prioritas Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan serta Pendidikan Guru (Ditjen GTK-PG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menurut Zulfan, program tersebut dirancang untuk mempersiapkan calon kepala sekolah yang profesional, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia pendidikan.

Peserta dibekali kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional melalui pembelajaran mandiri menggunakan Learning Management System (LMS), pembelajaran bersama pengajar dan rekan sejawat, serta praktik bersama kepala sekolah mentor di satuan pendidikan.

Kategori :