Penanganan Karhutla di Muara Enim Terus Dioptimalkan

Kamis 22-10-2026,20:37 WIB
Reporter : Febi
Editor : Bambang

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dioptimalkan  guna mengatasi meluasnya lahan yang terbakar.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat meninjau Desa Gumay, Kecamatan Gelumbang, Rabu 21 Oktober 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur turut melakukan pemantauan udara bersama Plt Bupati Muara Enim,  Hj Sumarni, Dandim 0404 Muara Enim, Letkol Kav. Sahid Winagiri serta Wakapolres Muara Enim, Kompol Toni Arman SH.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh personel Satgas Darat maupun Udara dalam mengendalikan titik api di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Warga Borong Beras dan Paket Sembako Murah

BACA JUGA:Cegah Karhutla Meluas, Polsek Sungai Rotan Bersama Brimob dan Damkar Padamkan Titik Api di Suka Merindu

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa penanggulangan api di lokasi terus dioptimalkan secara menyeluruh dengan mengerahkan tim darat serta pemadaman dari udara menggunakan helikopter penyiram air (water bombing). 

"Kebakaran di Desa Gumay merupakan peristiwa berulang yang bersumber dari menyalanya lapisan tanah gambut di bawah permukaan, bukan dari tanaman atau semak-semak," ujarnya.

Dijelaskannya, atas dasar laporan dan pantauan udara bersama Forkopimda, dirinya mengarahkan agar penanganan di lokasi titik api terus didorong dengan penyemprotan water bombing oleh satgas udara untuk memadamkan bara di lahan gambut tersebut.

Sejalan dengan upaya tersebut, Plt Bupati Muara Enim Hj Sumarni, menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah bukan hanya melakukan pemadaman tetapi juga memprioritaskan langkah pencegahan jangka panjang melalui penyediaan 5 unit ekskavator siap pakai lengkap dengan operator gratis melalui program visi Membara.

BACA JUGA:Bangun Remaja Cerdas Demi Masa Depan Berkualitas

BACA JUGA:Beri Rasa Aman dan Keselamatan Pelajar

Bantuan alat berat ini terbukti memangkas biaya pembukaan lahan masyarakat hingga 60-65 persen per hektar dan telah dimanfaatkan untuk mengolah puluhan hektar lahan secara aman. 

"Melalui kemudahan fasilitas pembukaan lahan tanpa bakar ini, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat agar tidak lagi menggunakan metode pembakaran demi mencegah terjadinya bencana Karhutla secara berkelanjutan," pungkasnya.(ozi)

Kategori :