Dari Daun Jadi Batik, dari Limbah Menjadi Cat

Rabu 28-10-2026,20:02 WIB
Reporter : Prabu
Editor : Dahlia

Usaha yang mampu mengelola bahan secara lebih bijak berpeluang meningkatkan efisiensi, sementara lingkungan memperoleh manfaat dari upaya mengurangi pembuangan limbah yang tidak tepat.

Meski demikian, pemanfaatan kembali limbah tetap harus dilakukan dengan memperhatikan aspek teknis dan keselamatan. Tidak semua jenis limbah dapat diolah dengan cara yang sama, sehingga proses pengolahan perlu disesuaikan dengan karakteristik bahan serta tujuan penggunaannya.

Bagi kelompok Rumah Kreatif Boek Khaman, pengalaman ini menjadi bagian dari proses membangun usaha yang lebih matang.

Mereka belajar bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah produk yang dihasilkan atau banyaknya pesanan yang diterima. Ada pula tanggung jawab untuk memastikan bahwa kegiatan usaha berjalan dengan memperhatikan lingkungan sekitar.

Kehadiran perusahaan di suatu wilayah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan operasional dan kontribusinya terhadap sektor energi. Hubungan dengan masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting dalam membangun keberlanjutan.

Dalam konteks tersebut, program pemberdayaan masyarakat berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kapasitas perusahaan dengan kebutuhan warga.

PT Pertamina EP Limau Field melalui program pemberdayaan yang didampingi PHR Zona 4 mengembangkan pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Rumah Kreatif Boek Khaman menjadi salah satu contoh bagaimana potensi desa dapat dikembangkan melalui dukungan, pendampingan, dan kolaborasi.

Senior Officer Community Involvement and Development PHR Zona 4, Dedi Zikrian, menekankan pentingnya membangun program yang tidak berhenti pada pemberian bantuan.


Senior Officer Community Involvement and Development (CID) PHR Zona 4, Dedi Zikrian, memberikan penjelasan mengenai perkembangan Rumah Keratif Boek Khaman.-Foto: Prabu-

Pendekatan yang dibutuhkan adalah menciptakan sistem yang memungkinkan masyarakat mengembangkan kegiatan produktif dalam jangka panjang.

Dalam praktiknya, pendekatan semacam itu memerlukan pemahaman terhadap kondisi masyarakat. Program perlu bertolak dari potensi yang benar-benar tersedia, keterampilan yang dapat dikembangkan, serta persoalan yang dihadapi dalam kegiatan sehari-hari.

Rumah Kreatif Boek Khaman menunjukkan bahwa potensi desa dapat menjadi titik awal bagi kegiatan ekonomi yang lebih terarah. Tumbuhan di lingkungan sekitar menjadi sumber bahan pewarna alami. 

Keterampilan membatik dikembangkan menjadi produk bernilai jual. Limbah pewarna cair menjadi persoalan yang mendorong pencarian solusi. Kerja sama dengan perguruan tinggi membantu memperluas pengetahuan masyarakat mengenai kemungkinan pengolahan limbah.

Berbagai unsur tersebut kemudian terhubung dalam satu kegiatan pemberdayaan yang saling berkaitan.

Model semacam ini memiliki arti penting karena masyarakat tidak hanya memperoleh satu jenis manfaat. Mereka berkesempatan mengembangkan keterampilan, mendapatkan penghasilan, memahami pengelolaan limbah, serta membangun kebiasaan bekerja bersama.

Kategori :