SMPN 9 OKU Lawan Bullying, Murid Diminta Berani Bersuara

Selasa 03-11-2026,15:16 WIB
Reporter : Eco
Editor : Bambang

Karena itu, Heru mendorong para murid untuk berani menyampaikan laporan apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan.

BACA JUGA:Kapolres Ingatkan Personilnya Agar Netral Saat Pilkades Serentak 2026

BACA JUGA:Buron Berbulan-bulan, Remaja Perampas Tas di Panti Pijat Digulung Petugas

Keberanian bersuara dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menghentikan kekerasan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

“Anak-anak harus berani menjadi pelopor sekaligus pelapor. Jika melihat atau mengalami tindakan bullying, jangan pernah takut untuk bersuara,” tegasnya.

Ia berharap, para murid tidak hanya memahami dampak buruk perundungan, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat dan saling menghargai.

Sementara itu, Kepala SMPN 9 OKU, Yanti Yusipa, M.Pd., menyambut positif kehadiran KPAD Sumsel dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, menghadirkan pembina upacara dari berbagai instansi di luar sekolah menjadi salah satu upaya untuk memperluas wawasan dan pengetahuan murid, terutama terkait persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

“Kami menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi perhatian KPAD Sumsel terhadap dunia pendidikan.

Anak-anak tadi mendapatkan arahan mengenai bullying dan bagaimana cara mengatasinya,” ujar Yanti.

Ia berharap, materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun hubungan yang sehat, menghormati sesama, serta menghindari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara KPAD Sumsel dan SMPN 9 OKU untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Melalui edukasi ini, SMPN 9 OKU berharap seluruh murid semakin memahami pentingnya saling menghargai, berani menolak perundungan, serta tidak ragu melaporkan tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang tanpa ancaman bullying. (len)

Kategori :