Iklan Astra Motor

Balwana Van Palembang #2 2025: Mengungkap Jejak Sejarah Kota Palembang Lewat Kartu Pos Zaman Kolonial

Balwana Van Palembang #2 2025: Mengungkap Jejak Sejarah Kota Palembang Lewat Kartu Pos Zaman Kolonial

Balwana Van Palembang #2 2025: Mengungkap Jejak Sejarah Kota Palembang Lewat Kartu Pos Zaman Kolonial-Foto:dokumen palpos-

PALPOS.ID - Kota Palembang kembali menegaskan identitasnya sebagai salah satu kota tertua di Indonesia melalui gelaran Balwana Van Palembang #2 2025, sebuah pameran sejarah yang menampilkan ratusan koleksi kartu pos zaman kolonial.

Kegiatan yang berlangsung pada 20–29 November 2025 ini digelar di Museum SMB II Palembang, kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), dan menjadi upaya strategis dalam membuka kembali memori kota tua Palembang dari masa ke masa.

Kota Tertua yang Terukir di Prasasti Kedukan Bukit

Palembang memiliki catatan sejarah panjang yang sudah diakui dalam berbagai literatur dan temuan arkeologis.

BACA JUGA:Realme Photography Awards 2025–2026: Ajang Kreativitas Mobile Photography dengan Total Hadiah Lebih dari 265RM

BACA JUGA:Begini Cara Menggunakan Bitcoin, Pengguna Baru Bisa Langsung Berbagi Alamat ke Teman

Kota ini tercatat dalam Prasasti Kedukan Bukit, yang menyebutkan bahwa Palembang berdiri pada 16 Juni 682 Masehi di bawah pemerintahan Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya.

Ribuan tahun kemudian, peradaban Palembang mencapai puncak lain pada era Kesultanan Palembang Darussalam, terutama di masa kepemimpinan Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, sang pahlawan nasional yang memerintah dalam dua periode: 1803–1813 dan 1818–1821.

Di bawah kepemimpinannya, Palembang berkembang pesat dalam politik, perdagangan, hingga budaya.

Namun, masa kejayaan itu berakhir setelah Kesultanan Palembang kalah dari kolonial Belanda pada 1 Juli 1821.

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Bengkulu: Wacana Pembentukan 7 Kabupaten dan Kota Baru Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Kalimantan Timur: Wacana Pembentukan Kabupaten Kutai Benua Raya Untuk Kesejahteraan

Dua tahun kemudian, pada 7 Oktober 1823, Kesultanan resmi dihapus, dan Palembang memasuki era kolonial yang panjang — mulai dari Belanda, Inggris, hingga Jepang.

Jejak Kantor Pos Belanda di Palembang

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: