Iklan Astra Motor

Forum Upstream Excellence, Pertamina Drilling Ungkap Migas Tetap Dominan hingga 2050

Forum Upstream Excellence, Pertamina Drilling Ungkap Migas Tetap Dominan hingga 2050

Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), Avep Disasmita hadir dalam Scope Upstream Excellence Forum.-Foto:dokumen palpos-

“Ini menunjukkan bahwa migas masih akan menjadi backbone energi global dalam dekade mendatang. Karena itu, industri hulu migas tetap memiliki peran strategis, termasuk di Indonesia,” kata Avep.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menuntut perusahaan jasa pengeboran untuk terus beradaptasi dan bertransformasi.

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Kalimantan Timur: Wacana Pembentukan Kabupaten Kutai Utara Hadapi Tantangan Infrastruktur

BACA JUGA:Bansos 2026: Ini 5 Bantuan Sosial yang Segera Disalurkan Tahun Ini Beserta Jadwal Pencairannya

Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah penerapan strategi pertumbuhan ganda (dual-growth strategy).

Strategi ini tidak hanya berfokus pada optimalisasi eksploitasi migas secara efisien dan rendah karbon, tetapi juga mengembangkan bisnis yang mendukung agenda dekarbonisasi.

Pertamina Drilling tidak hanya fokus pada efisiensi teknologi pengeboran, tetapi juga mulai mengembangkan green drilling, keterlibatan di proyek geothermal, serta carbon capture, storage, and sequestration (CCS),” tuturnya.

Dalam konteks Indonesia, Avep menilai bahwa tren kebutuhan energi nasional masih sejalan dengan dinamika global.

Proyeksi menunjukkan pertumbuhan kebutuhan energi nasional hingga tahun 2034 mencapai sekitar 5 persen per tahun.

Pada periode tersebut, bauran energi nasional masih akan didominasi oleh migas dan batu bara, meskipun kontribusi EBT terus meningkat secara bertahap.

“Ini menegaskan bahwa perusahaan jasa migas harus adaptif, mampu menjawab kebutuhan energi hari ini sekaligus menyiapkan diri menghadapi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan sekitar 57 rig, yang terdiri dari 53 rig onshore, dua rig offshore jenis jack-up, serta dua rig offshore workover.

Armada tersebut beroperasi di berbagai wilayah strategis, khususnya di wilayah lepas pantai Jawa dan Sumatera.

Selain itu, Pertamina Drilling juga menjalin strategic alliance dengan ADES, perusahaan jack-up rig terbesar asal Timur Tengah.

Melalui kerja sama tersebut, Pertamina Drilling telah mengoperasikan dua unit jack-up rig secara konsorsium dan memiliki rencana ekspansi operasi, termasuk di wilayah Natuna yang dikenal memiliki potensi migas besar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait