Andalkan Data Subsurface, Pertamina EP Adera Field Buka Potensi Migas Baru di BNG-082
Sumur BNG-082 berhasil dikembangkan melalui inovasi subsurface, menunjukkan potensi produksi minyak 302,4 BOPD dan gas 5,597 MMSCFD.-Foto:Dokumen Palpos-
Data tersebut kemudian diperkuat dengan akuisisi data MDT-LFA untuk membantu mengevaluasi tekanan reservoir, jenis fluida serta indikasi konektivitas reservoir pada setiap lapisan.
Dengan semakin lengkapnya data yang tersedia, tim dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi bawah permukaan.
Informasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan zona yang memiliki prospek terbaik untuk dikembangkan.
Selain itu, pengembangan BNG-082 juga menggunakan metode Sectorization Zoning Model. Metode ini dilakukan melalui pemetaan zona prospektif dengan mengintegrasikan sekaligus melakukan stacking peta Hydrocarbon Pore Volume (HCPV) dari berbagai lapisan.
Menurut Budi, pendekatan tersebut membantu tim melihat distribusi potensi hidrokarbon secara lebih menyeluruh.
“Dengan pendekatan-pendekatan ini, kami bisa memetakan area mana yang punya peluang lebih besar mengandung lapisan produktif, sehingga penempatan sumur baru bisa lebih terarah, efektif, dan efisien,” tuturnya.
Strategi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan keberhasilan pengeboran pada lapangan yang telah lama berproduksi.
Dengan memanfaatkan data secara lebih mendalam, peluang untuk menemukan tambahan cadangan maupun lapisan produktif baru dapat terus dieksplorasi.
Lebih lanjut, Budi menyebut Struktur Benuang menjadi salah satu struktur yang berperan dalam menopang produksi minyak dan gas di wilayah kerja Pertamina EP Adera Field serta PHR Zona 4.
Berbagai inovasi pun terus diterapkan untuk mengoptimalkan potensi struktur tersebut. Pengembangan Sumur BNG-082 menjadi salah satu contoh terbaru bagaimana pemanfaatan data subsurface dapat menghasilkan target lapisan baru.
Sebelumnya, inovasi juga diterapkan dalam pengembangan Sumur BNG-080 pada Juni 2026. Pada sumur tersebut, tim menggunakan teknologi dual string yang memungkinkan produksi dilakukan dari dua lapisan reservoir sekaligus.
Penerapan dual string memberikan peluang untuk mengoptimalkan produksi dari beberapa lapisan tanpa harus mengembangkan masing-masing lapisan melalui sumur yang berbeda. Hasil initial flow test Sumur BNG-080 yang dilakukan pada 26 hingga 28 Juni 2026 menunjukkan potensi produksi yang cukup signifikan.
Pada lapisan TAF-L1, sumur tersebut menunjukkan potensi produksi gas sebesar 2,836 MMSCFD. Sementara pada lapisan TAF-N2, potensi produksi yang diperoleh mencapai 572,8 BOPD untuk minyak dan 1,666 MMSCFD untuk gas. (abu)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




