Pertamina Perkuat Kompetensi SDM untuk Pengembangan Unconventional Well
Pertamina gelar pelatihan Extended-Reach Drilling (ERD) Well Design for Unconventional Well. Kegiatan tersebut berlangsung selama hampir dua pekan, yakni 5–16 Oktober 2026, di Millennium Centennial Center, Jakarta.-Foto:Dokumen Palpos-
Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Argentina, China, dan Australia yang telah lebih dahulu mengembangkan sumber daya nonkonvensional.
Pengembangan tersebut didukung kemajuan teknologi pengeboran dan completion yang memungkinkan sumber daya migas dengan karakteristik berbeda dapat diproduksikan secara lebih optimal.
Fata menegaskan Indonesia tidak boleh hanya berada pada posisi sebagai pengguna teknologi.
Sejalan dengan rencana pengembangan unconventional well, kemampuan teknis dan ekosistem industri di dalam negeri juga perlu dibangun secara bertahap.
Menurut dia, penguasaan teknologi harus mencakup pemahaman terhadap kebutuhan peralatan, material, desain sumur, hingga berbagai proses pendukung kegiatan unconventional drilling.
Dengan begitu, Indonesia memiliki kemampuan untuk menyesuaikan teknologi dengan karakteristik lapangan dan kebutuhan operasional di dalam negeri.
"Jangan hanya mengimpor teknologi. Kita harus membangun kapabilitas lokal dan ekosistem industri di Indonesia," tegas Fata.
Penguatan kompetensi melalui pelatihan ERD tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan teknis sebelum pengembangan unconventional well dilakukan secara lebih luas.
Dengan SDM yang kompeten serta dukungan ekosistem industri yang kuat, Pertamina diharapkan mampu mengembangkan teknologi pengeboran secara lebih mandiri sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi sumber daya migas nonkonvensional Indonesia. (abu)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

