Pertamina dan Apache Jajaki Sinergi Global Reservoir Kompleks
Pertamina jajaki kolaborasi teknologi dengan Apache Corp di Houston!-Foto: Istimewa-
HOUSTON — PT Pertamina (Persero) melakukan diskusi strategis dengan Apache Corporation terkait peluang pengembangan operasi hulu minyak dan gas bumi, dengan fokus pada penguatan kolaborasi pengembangan reservoir konvensional dan non konvensional guna mendukung peningkatan produksi minyak nasional.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, Senior Vice President, U.S. Assets & Corporate Development Apache Corporation Scott Grandt, serta jajaran manajemen.
Diskusi membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari pengembangan aset hulu migas di Indonesia, potensi kolaborasi internasional, hingga penjajakan minat investasi dan peluang eksplorasi Apache di Indonesia.
BACA JUGA:Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar pada Kuartal I-2026
BACA JUGA:Gandeng Mitra Global, Pertamina Fokus Tingkatkan Produksi Migas
Salah satu topik utama yang menjadi perhatian adalah pengembangan low quality reservoir melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Multi-Stage Fracturing (MSF).
Teknologi ini dinilai memiliki potensi untuk mendukung optimalisasi produksi lapangan migas nasional, khususnya pada reservoir dengan karakteristik yang lebih kompleks.
Selain itu, kedua perusahaan turut menjajaki potensi pengembangan unconventional reservoir yang dinilai memiliki prospek menarik di tengah dinamika keekonomian energi dan perkembangan rantai pasok global saat ini.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
Pertamina menekankan pentingnya membangun ekosistem pengembangan migas non konvensional yang kompetitif, didukung skema fiskal yang menarik, kepastian regulasi, penguatan supply chain, serta kolaborasi dengan mitra strategis global yang memiliki pengalaman teknis dan operasional.
Pertamina juga membuka peluang partnership pada aset-aset migas domestik milik perusahaan, sekaligus menjajaki potensi kolaborasi pada aset internasional.
Pembahasan turut mencakup penguatan strategi merger and acquisition (M&A) guna memperkuat portofolio dan mendukung pertumbuhan bisnis hulu migas secara global.
BACA JUGA:Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara
BACA JUGA:Di Tengah Gejolak Energi Dunia, Pertamina Dorong Energi Terbarukan
Saat ini, Pertamina memiliki portofolio internasional yang terus berkembang, termasuk operasi luar negeri dengan produksi sekitar 200 ribu barel oil per day (KBOPD).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




