Iklan Astra Motor

Lumpia Ubi Ungu, Inovasi Camilan Tradisional yang Kian Digemari

Lumpia Ubi Ungu, Inovasi Camilan Tradisional yang Kian Digemari

Lumpia ubi ungu, bukti kalau camilan tradisional bisa tampil kekinian-Fhoto: Istimewa-

Adonan tersebut lalu dibungkus dengan kulit lumpia dan digoreng hingga berwarna keemasan.

Beberapa inovator kuliner juga memilih metode panggang atau air fryer untuk menghasilkan versi yang lebih rendah minyak.

BACA JUGA:Kue Pancong Kelapa, Jajanan Tradisional yang Kembali Digemari Berbagai Kalangan

BACA JUGA:Kue Kacang: Isi Toples Lebaran Bisa Buat Sendiri di Rumah, Ini Resep dan Cara buatnya !

Menurut sejumlah pelaku UMKM kuliner, permintaan lumpia ubi ungu terus meningkat, terutama saat bazar, festival makanan, dan penjualan daring.

Warna ungu yang mencolok dinilai sangat “instagramable”, sehingga mudah menarik perhatian konsumen di media sosial.

Banyak pembeli yang awalnya tertarik secara visual, lalu kembali membeli karena rasanya yang pas di lidah.

“Awalnya kami coba-coba karena ubi ungu sedang panen dan harganya terjangkau. Ternyata respons pasar sangat bagus, terutama dari anak muda,” ujar salah satu pelaku usaha kuliner rumahan.

Ia menambahkan bahwa lumpia ubi ungu kini menjadi salah satu produk terlaris yang mampu meningkatkan pendapatan usahanya secara signifikan.

Tak hanya dijual sebagai camilan gorengan, lumpia ubi ungu juga mulai dikemas secara modern.

Beberapa produsen menjualnya dalam bentuk frozen food agar dapat disimpan lebih lama dan digoreng sendiri di rumah.

Inovasi ini dinilai mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah, bahkan berpotensi menembus pasar ekspor.

Dari sisi harga, lumpia ubi ungu tergolong terjangkau. Dengan bahan baku lokal dan proses produksi yang tidak rumit, camilan ini dapat dijual dengan harga bersahabat tanpa mengorbankan kualitas.

Hal tersebut menjadikannya peluang usaha yang menjanjikan, khususnya bagi pelaku UMKM dan ibu rumah tangga yang ingin memulai bisnis kuliner dari skala kecil.

Pakar kuliner menilai kehadiran lumpia ubi ungu sebagai contoh sukses diversifikasi pangan lokal. Inovasi semacam ini dianggap penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: