Udang Scampi : Primadona Laut yang Kian Diminati Pasar Global
Lembut, manis, dan berkelas.-Fhoto: Istimewa-
Di kawasan tersebut, scampi kerap diolah menjadi berbagai menu populer seperti scampi fritti, pasta scampi, hingga hidangan panggang dengan saus mentega dan bawang putih.
Permintaan dari restoran dan hotel berbintang turut mendongkrak nilai jual komoditas ini.
BACA JUGA:Kerang Dara Kecap Kemangi, Perpaduan Cita Rasa Laut dan Aroma Nusantara yang Kian Digemari
BACA JUGA:Bebek Bakar Kian Diminati, Kuliner Tradisional yang Naik Kelas di Tengah Tren Gastronomi Modern
Di dalam negeri, tren konsumsi scampi juga mulai meningkat seiring berkembangnya budaya kuliner dan maraknya restoran yang menyajikan menu internasional.
Beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali menjadi pusat distribusi scampi impor maupun hasil tangkapan lokal.
Selain bernilai ekonomi tinggi, udang scampi juga dikenal memiliki kandungan gizi yang baik.
Dagingnya kaya akan protein, rendah lemak, serta mengandung berbagai mineral penting seperti selenium, fosfor, dan vitamin B12.
Kandungan asam lemak omega-3 di dalamnya juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak.
Ahli gizi menyebutkan bahwa konsumsi makanan laut seperti scampi dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, asalkan diolah dengan cara yang sehat.
Penggunaan mentega berlebihan atau penggorengan dalam minyak banyak sebaiknya dibatasi agar manfaat gizinya tetap optimal.
Meski permintaan pasar terus meningkat, isu keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam industri scampi.
Penangkapan berlebihan berpotensi mengancam populasi di alam liar. Beberapa organisasi lingkungan mendorong penerapan praktik penangkapan yang bertanggung jawab, termasuk penggunaan alat tangkap ramah lingkungan dan pengaturan kuota tangkapan.
Di sisi lain, penelitian mengenai budidaya scampi mulai dikembangkan di sejumlah negara.
Namun hingga kini, proses budidayanya masih menghadapi tantangan teknis, terutama terkait kebutuhan habitat dan tingkat kelangsungan hidup larva yang sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

