Ayam Goreng Daun Jeruk : Perpaduan Aroma Tradisional dan Tren Kuliner Modern
Gurihnya ayam goreng berpadu aroma segar daun jeruk, bikin susah berhenti nambah-Fhoto: Istimewa-
Salah satu pemilik usaha kuliner di kawasan Jakarta Selatan, Rina (34), mengaku bahwa menu ayam goreng daun jeruk menjadi penopang utama penjualan restorannya.
“Awalnya kami hanya menambahkan daun jeruk sebagai variasi. Ternyata respons pelanggan sangat positif. Sekarang hampir 60 persen pesanan adalah ayam goreng daun jeruk,” ujarnya.
BACA JUGA:Hekeng Halal, Solusi Lezat Kuliner Khas Kalimantan yang Aman dan Higienis
BACA JUGA:Kerak Telor : Warisan Kuliner Betawi yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi
Dari sisi proses memasak, ayam biasanya dimarinasi terlebih dahulu dengan bawang putih, ketumbar, garam, dan sedikit air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis.
Setelah itu ayam digoreng hingga setengah matang, lalu digoreng kembali bersama irisan daun jeruk hingga benar-benar kering dan renyah.
Teknik dua kali penggorengan ini membuat tekstur ayam lebih crispy di luar namun tetap juicy di dalam.
Selain dijual di restoran dan warung makan, ayam goreng daun jeruk juga merambah pasar makanan beku (frozen food).
Banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan peluang ini dengan menjual ayam setengah matang yang tinggal digoreng ulang di rumah.
Dengan kemasan praktis dan harga terjangkau, produk ini diminati oleh keluarga muda yang menginginkan sajian cepat namun tetap bercita rasa lokal.
Ahli kuliner dari Bandung, Chef Andi Setiawan, menilai bahwa kesuksesan ayam goreng daun jeruk tidak lepas dari karakter masyarakat Indonesia yang menyukai makanan berbumbu kuat dan aromatik.
“Daun jeruk memberikan identitas rasa yang sangat Indonesia. Ini yang tidak dimiliki oleh ayam goreng ala Barat,” jelasnya.
Dari segi harga, ayam goreng daun jeruk relatif terjangkau. Di warung makan biasa, satu porsi lengkap dengan nasi dan sambal dijual mulai dari Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.
Sementara di restoran atau kafe dengan konsep modern, harganya bisa mencapai Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per porsi, tergantung lokasi dan penyajian.
Menariknya, beberapa inovasi juga mulai bermunculan. Ada yang menambahkan kremesan renyah, keju leleh, hingga sambal matah sebagai pelengkap.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




