Nasi Kuning Ayam Crispy, Perpaduan Tradisi dan Tren Kekinian yang Kian Digemari
Nasi kuning ayam crispy, perpaduan tradisi dan kerenyahan kekinian dalam satu piring.-Fhoto: Istimewa-
Menu ini banyak dijumpai di kedai makan rumahan, katering, hingga restoran modern. Bahkan, beberapa gerai khusus nasi kuning kini menjadikan ayam crispy sebagai menu andalan mereka.
“Anak-anak muda sekarang suka yang praktis tapi tetap enak. Ayam crispy itu familiar, jadi ketika dipadukan dengan nasi kuning, hasilnya langsung diterima pasar,” ujar Rina, pemilik usaha katering di Jakarta Selatan.
BACA JUGA:Tumis Cumi Asin : Hidangan Sederhana yang Selalu Jadi Favorit di Meja Makan Indonesia
BACA JUGA:Ayam Goreng Lengkuas Bumbu Rempah, Cita Rasa Tradisional yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu
Dari segi penyajian, nasi kuning ayam crispy juga tampil lebih modern. Jika dahulu nasi kuning sering dibentuk kerucut atau tumpeng mini, kini banyak penjual menyajikannya dalam kotak makan kekinian dengan tata letak yang rapi dan estetis.
Ayam crispy dipotong-potong agar mudah disantap, lalu ditata di atas nasi atau di sampingnya.
Tambahan saus sambal, mayones pedas, atau sambal matah turut memperkaya variasi rasa.
Tak hanya di kota besar, tren ini juga merambah daerah-daerah. Di Surabaya, Bandung, hingga Makassar, sejumlah pelaku UMKM mulai memasarkan nasi kuning ayam crispy melalui platform daring.
Strategi promosi lewat media sosial dengan foto-foto menggugah selera terbukti efektif menarik minat pembeli.
Dari sisi harga, menu ini relatif terjangkau. Dengan kisaran harga Rp15.000 hingga Rp30.000 per porsi, konsumen sudah bisa menikmati nasi kuning lengkap dengan ayam crispy dan pelengkap lainnya.
Harga tersebut dinilai kompetitif, terutama bagi pelajar dan pekerja kantoran yang membutuhkan makan siang praktis namun mengenyangkan.
Ahli kuliner menilai inovasi seperti ini penting untuk menjaga eksistensi makanan tradisional.
Dengan sentuhan modern, nasi kuning tidak lagi dianggap sebagai hidangan kuno atau terbatas pada acara tertentu saja. Sebaliknya, ia menjadi menu sehari-hari yang fleksibel dan relevan dengan perkembangan zaman.
Meski demikian, beberapa pihak mengingatkan agar cita rasa asli nasi kuning tetap dipertahankan.
Penggunaan santan berkualitas, daun pandan, serai, dan kunyit segar menjadi kunci kelezatan nasi kuning.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




