Pemkab Muara Enim Akan Bangun Secara Bertahap Jalan Desa Pagar Agung
SURVEI : Tim Dinas PUPR Muara Enim terjebak lumpur saat melakukan survei untuk pembangunan jalan Desa Pagar Agung.-Foto:dokumen palpos-
Masih dikatakan Kades, bahwa disepanjang jalan desa tersebut setidaknya ada tujuh talang (pemukiman) yakni Talang Sinar Padang, Talang Tebat Rawas, Talang Toman, Talang Kelaga, Talang Rumpuk Ubi, Talang Pairo/Telage Sepit yang dihuni sekitar 300 KK atau 500 mata pilih dan satu sekolah dasar.
"Sebenarnya jalan desa tersebut bisa tembus juga ke Desa Karya Mulia tetapi jalannya sudah rusak sebab dulu pernah kami rintis," ujarnya.
BACA JUGA:Imbau Tak Jual Antibiotik Tanpa Resep Dokter
BACA JUGA:Bangkitkan Ghirah Keagamaan, Edison Undang UAS
Ketika dikonfirmasi ke Kadis PUPR Muara Enim melalui Sekretaris Iwan Setiawan SE MM, membenarkan jika jalan tersebut statusnya adalah jalan desa dan kondisinya memang masih tanah.
Jalan tersebut melintasi kebun milik warga dan beberapa pemukiman (talang) serta satu sekolah dasar. "Kami sudah survei jalan tersebut, dan ternyata memang masih tanah. Dan kita akan upayakan mencari solusi yang terbaik," ujar Iwan.
Lanjut Iwan, statusnya jalan tersebut adalah jalan baru, makanya kita harus survei dahulu bagaimana kondisi dilapangan.
Dari hasil survei pada APBD Induk 2026, sudah pihaknya anggarkan sebesar Rp1 miliar minimal untuk pengerasan terutama di titik-titik spot jalan yang hancur dan berlumpur sehingga untuk sementara masih bisa diakses masyarakat.
Nanti pada ABT APBD 2026, barulah kita anggarkan lagi untuk pengerasan secara keseluruhan badan jalan.
"Jalan itu kalau mau langsung dibuat jadi biayanya cukup besar. Jika melihat kondisi saat ini sepertinya tidak mungkin sebab kita membangun harus skala prioritas," pungkasnya.
Masih dikatakan Iwan, sebab dari hasil survei, jalan tersebut harus dibuat dengan sistim cor beton bukan di aspal karena dibeberapa titik sering banjir.
Untuk cor beton tersebut biayanya lebih besar daripada jalan aspal.
"Kita sudah hitung-hitung biayanya, jika dibangun secara keseluruhan bisa menghabiskan dana diatas Rp 100 miliar. Itu tidak mungkin dengan kondisi keuangan sekarang makanya harus bertahap," pungkasnya.
Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Jalan dan Jembatan Ari Jonathan ST MM, bahwa pada tahun 2024, kita telah melakukan pengecoran dipangkal jalan.
Pada Tahun 2026, kembali di anggaran untuk peningkatan jalan. Karena jalan tersebut cukup panjang maka harus bertahap dan harus skala prioritas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

