Iklan Astra Motor

Diterjang Puting Beliung, Atap Ponpes Melayang

Diterjang Puting Beliung, Atap Ponpes Melayang

RUSAK : Angin puting beliung merusak atap bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Ulil Albad, di Jln Lingkar Kepur - Transosial, Kelurahan Muara Enim.-Foto:dokumen palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Angin puting beliung merusak atap bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Ulil Albad, di Jln Lingkar Kepur - Transosial, Kelurahan MUARA ENIM, Kecamatan MUARA ENIM, Kabupaten MUARA ENIM, Sabtu 7 Maret 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.

Angin kencang yang berputar menyebabkan atap seng gedung lantai 2 beterbangan, plafon kelas ambruk serta batu bata berjatuhan.

Dari informasi dihimpun, para santri bersama pengurus Ponpes saat kejadian sedang bersiap untuk berbuka puasa.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dari musibah tersebut, namun kegiatan belajar mengajar santri harus dialihkan ke masjid dalam lingkungan Ponpes.

BACA JUGA:Langgar Keimigrasian, WNA Asal Yaman di Deportasi

BACA JUGA:310 CJH Muara Enim Terbagi Dua Kloter

Aleycia Marco Ramadani (15), santriwati kelas IX yang melihat langsung kejadian, mengatakan awalnya ada angin kencang yang berputar hingga merobohkan sebuah pohon tidak jauh dari Ponpes.

"Tidak lama kami dengar suara dentuman keras dari lantai 2, sempat dikira kursi yang jatuh, setelahnya disuruh keluar dari asrama," ujar Aleycia.

Lanjut Aleycia, setelah dilihat keluar ternyata batu bata sudah berjatuhan di depan asrama serta atap melayang akibat angin kencang. "Kita panik berlarian ke arah saung karena mengira itu gempa bumi," bebernya. 

Sementara itu, Putri Sabilillah (26), salah satu pengurus Ponpes menyampaikan bahwa, kondisi cuaca yang saat itu mendung diiringi hujan gerimis, tiba-tiba datang sapuan angin kencang.

BACA JUGA:Optimalkan Pengawasan Izin Edar Alkes dan PKRT

BACA JUGA:Sepakat Dorong Tol dan Jalur Distribusi Pelabuhan Linau

"Akibat angin kencang itu, beberapa kelas ada atapnya melayang dan plafonnya ambruk sehingga tidak layak lagi untuk digunakan proses belajar mengajar," ujar Putri, Senin 9 Maret 2026.

Putri mengatakan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena santri sedang berada di asrama dan halaman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: