Iklan Banner Pemprov - Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Desa Patra Tani Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Desa Patra Tani Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Foro : DR Fredy Febriansyah S.STP, M.Si-Foto:dokumen palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Desa Patra Tani, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten MUARA ENIM, ditetapkan menjadi salah satu lokasi Program Strategis Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. 

Program tersebut bertujuan mengubah desa pesisir menjadi kawasan modern, produktif, dan bersih, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.  

Program KNMP akan menghadirkan infrastruktur terintegrasi seperti pembangunan dermaga, cold storage, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Selain itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat akan dilakukan melalui koperasi nelayan agar hasil tangkapan dapat dikelola lebih baik dan memberi nilai tambah.  

BACA JUGA:Harga Bahan Pangan di Pasar Inpres Muara Enim Fluktuatif, Bawang dan Cabai Naik

BACA JUGA:Tukang Ojek Ditembak Oleh Penumpangnya Sendiri

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Muara Enim, DR Fredy Febriansyah SSTP, MSi, menyampaikan bahwa tim KKP telah melakukan survei lapangan, Selasa (7/4).

Survei ini menjadi bagian dari akselerasi Program Prioritas Pembangunan KNMP Tahun 2026 yang merupakan program strategis Presiden Prabowo.  

Menurut Fredy, Desa Patra Tani memenuhi syarat untuk dijadikan Kampung Nelayan Merah Putih.

Hal ini karena desa tersebut berada di kawasan perairan umum daratan, mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, serta lokasinya dekat dengan aliran Sungai Musi.  

BACA JUGA:489 Peserta MTQ Ke-42 Adu Suara Emas

BACA JUGA:Dua Bulan Buron, Pelaku Pencurian TBS Dibekuk

Desa Patra Tani juga dikenal memiliki potensi ikan sungai yang melimpah. Jenis ikan yang banyak ditemukan antara lain ikan baung (Hemibagrus nemurus), gabus (Channa striata), betok (Anabas testudineus), sepat (Trichopodus), hingga udang galah (Macrobrachium rosenbergi).

Potensi ini diyakini mampu mendukung pengembangan ekonomi nelayan secara berkelanjutan.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: