Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Korsleting Listrik, Kantin MIN 1 Muara Enim Membara

Korsleting Listrik, Kantin MIN 1 Muara Enim Membara

KEBAKARAN : Kantin Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Muara Enim ludes terbakar diduga disebabkan korsleting listrik.-Foto:Dokumen Palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Warga Kota Muara Enim mendadak heboh. Pasalnya, gedung kantin Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Muara Enim ludes terbakar, tepatnya di Jalan Jenderal Bambang Utoyo Nomor 32/35, Pasar III, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu 29 Juli 2026 pukul 18.45 WIB.

Kobaran api dengan cepat membesar dan berhasil dipadamkan setelah mobil damkar dibantu 2 unit mobil PBK dilokasi kejadian melakukan pemadaman.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian materil  mencapai puluhan juta rupiah.

Febri, salah seorang saksi yang juga sebagai penjaga sekolah, mengatakan bahwa pada saat kejadian dirinya bersama dua rekannya sedang duduk di depan teras sekolah karena baru selesai bersih-bersih di sekolah.

BACA JUGA:Pemkab Muara Enim Pertahankan SLIP

BACA JUGA:Korban Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa

Kemudian, ia mendengar ada suara dari arah kantin sekolah yang letaknya di belakang gedung ruang kelas MIN 1 Muara Enim.

"Saya curiga ada suara-suara berisik. Lalu saya lihat ke belakang dan ternyata api sudah besar dan membakar kantin sekolah," ujar Febri.

Akibat kebakaran tersebut, lanjut Febri, satu bangunan kantin yang terdiri dari tiga lapak milik Rika, Yani dan Nova, hangus terbakar.

"Kalau waktu malam kantin memang tidak ditunggu. Jadi kemungkinan besar korsleting listrik," jelasnya.

BACA JUGA:Telan Dana Rp106 M, Penyelesaian Talud Sungai Enim Kurang Rp15 M

BACA JUGA:Sumarni Serahkan Raperda Pertanggungjawaban 2025 ke DPRD Realisasi Belanja Daerah 2025 Capai 89,54 Persen

Masih dikatakan Febri, bahwa pada saat terjadi kebakaran, ia bersama rekan-rekannya masih berupaya memadamkan dan menyelamatkan barang-barang di dalam kantin, namun karena api sudah membesar ia memilih menyelamatkan diri.

"Apalagi sempat terdengar ledakan yang diduga dari tabung gas 3 kg, jadi kita menjauh dan menunggu petugas PBK datang memadamkan api," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: