Iklan Astra Motor

Sebanyak 951 Sekolah OKI Beralih ke Digital, Smart Board dan Internet Satelit Jangkau Pelosok

Sebanyak 951 Sekolah OKI Beralih ke Digital, Smart Board dan Internet Satelit Jangkau Pelosok

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki menjalankan program digitalisasi pembelajaran di sekolah-sekolah.-Foto:dokumen palpos-

Sejalan Agenda Nasional

Bupati OKI, H. Muchendi, mengatakan digitalisasi sekolah merupakan bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mendorong transformasi pendidikan nasional.

BACA JUGA:Bappeda Sampaikan Tiga Kunci Pembangunan di Musrenbang Teluk Gelam

BACA JUGA:Pemkab OKI Dukung Telkom Perluas Jaringan Serat Optik untuk Internet Cepat di Air Sugihan

“Program ini adalah lompatan kemajuan. Tapi jangan sampai perangkat hanya menjadi pajangan. Kuncinya ada pada kesiapan dan kompetensi guru,” ujar Muchendi.

Ia menekankan, teknologi harus digunakan untuk memperkuat literasi, meningkatkan keterampilan digital siswa, serta mendorong metode pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual.

“Anak-anak kita hidup di era digital. Kalau sekolah tidak beradaptasi, kita akan tertinggal. Digitalisasi ini bukan pilihan, melainkan kebutuhan,” katanya.

Muchendi juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program, terutama dalam aspek pemeliharaan perangkat agar program tidak berhenti pada tahap distribusi alat.

Soroti Kesejahteraan dan Manajemen Talenta

Selain perangkat, Muchendi menyinggung persoalan kesejahteraan guru.

Ia menjelaskan bahwa pembayaran gaji guru non-PNS yang sebelumnya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kini dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui APBD.

“Ada penyesuaian gaji PPPK, khususnya PPPK Paruh waktu yang menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Namun kami berupaya memberi kepastian status, termasuk pengangkatan guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu serta peningkatan kesejahteraan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para guru agar tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan jabatan, terutama dalam proses pengisian kepala sekolah.

Pemerintah daerah, kata dia, menerapkan manajemen talenta berbasis kinerja dan prestasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: