Kolaborasi Pemerintah–Operator, Kunci Pengentasan Blankspot
Operator Telekomunikasi bersama Pemkab OKI saat melakukan upaya percepatan pengentasan blankspot.-Foto:dokumen palpos-
OKI,PALPOS.CO - Kolaborasi antara pemerintah daerah dan operator telekomunikasi menjadi kunci percepatan pengentasan wilayah tanpa sinyal (blankspot) di Kabupaten OKI.
Hal tersebut seiring meningkatnya kebutuhan akses internet sebagai layanan dasar masyarakat.
Upaya itu dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika OKI di Kantor Bupati OKI, Selasa, 14 April 2026.
Langkah itu juga merupakan tindaklanjut Misi ke-4 Bupati dan Wakil Bupati OKI dalam penguatan ekonomi berbasis digital, termasuk pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, serta mendukung agenda nasional pemerataan infrastruktur digital.
BACA JUGA:Peringati HBP ke-62, Lapas Kayuagung Gelar Aksi Donor Darah
BACA JUGA:H Muchendi Sandang Gelar Kehormatan Adat Minang “Sutan Rajo Mudo Nan Sati
Berdasarkan data pemerintah daerah, Kabupaten OKI dengan luas wilayah 17.071,33 kilometer persegi yang mencakup 18 kecamatan dan 327 desa/kelurahan masih menghadapi tantangan konektivitas.
Tercatat terdapat 57 titik blankspot, dengan kualitas jaringan didominasi 4G lemah sekitar 75 persen, sementara wilayah dengan jaringan 4G relatif stabil baru mencapai sekitar 15 persen.
Kondisi geografis serta masih adanya 15 desa yang belum teraliri listrik turut menjadi kendala pemerataan jaringan.
Selain itu, minat operator untuk membangun infrastruktur di wilayah berpenduduk sedikit dan sulit dijangkau juga relatif terbatas.
BACA JUGA:Pemkab OKI Fasilitasi Mediasi Sengketa Lahan Tebing Suluh–PT BCP
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Adi Yanto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat penanganan blankspot.
“Kami melakukan validasi data bersama operator agar penanganan blankspot sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Adi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




