Dinkes OKU Tangani 14 Kasus DBD
Petugas Dinas Kesehatan OKU melakukan pengasapan nyamuk untuk mencegah penyebaran DBD.-Foto:Eko palpos-
BATURAJA, PALPOS.CO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) selama dua bulan terakhir menangani sebanyak 14 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang dialami masyarakat di daerah itu.
"Selama periode Desember 2025 hingga hari ini tercatat sebanyak 14 kasus DBD yang kami tangani," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto, Kamis (21/1).
Dia mengatakan, kemunculan kasus DBD ini disebabkan karena musim hujan sehingga banyak genangan air tempat nyamuk aedes aegypti berkembang biak dan menyebarkan penyakit pada manusia.
"Penderita DBD menyerang semua kalangan mulai dari pasien anak-anak hingga dewasa," katanya.
BACA JUGA:Dua Pekan Buron, Pelaku Pembunuhan di OKU Akhirnya Diringkus
BACA JUGA:Intensitas Curah Hujan Tinggi, BPBD OKU Imbau Warga Waspada
Meskipun tidak korban jiwa, namun pasien terpaksa menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat akibat penyakit demam berdarah.
Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan DBD, saat ini pihaknya menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya menerapkan pola 3M yaitu mengubur, menutup dan menguras bak penampungan air agar terhindar dari penyakit DBD.
"Pola 3M ini masih menjadi cara yang sangat efektif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari DBD," ujarnya.
Masyarakat juga disarankan untuk memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah.
BACA JUGA:Bupati OKU Hadiri Rakernas APKASI di Batam
BACA JUGA:Rutan Baturaja Panen Ikan Lele di Kolam Budi Daya
Sementara, berdasarkan data selama periode Januari-November 2025 pihaknya mencatat angka penyebaran DBD di Kabupaten OKU mencapai 161 kasus.
Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun 2024 yaitu menembus angka sebanyak 412 kasus, namun tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat DBD. (len)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

