Iklan Banner Pemprov - Ramadan 1447 H
Iklan Astra Motor

Pemkab OKU Sidak Pasar Tradisional Jelang Lebaran

Pemkab OKU Sidak Pasar Tradisional Jelang Lebaran

Tim TPID Pemkab OKU melakukan sidak di Pasar Atas Baturaja untuk memastikan harga kebutuhan pokok stabil menjelang Lebaran.-Foto:Eko palpos-

BATURAJA, PALPOS.CO - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melakukan sidak di pasar tradisional guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah melalui Asisten Bidang Pemerintahan, Indra Susanto, Kamis (12/3) mengatakan bahwa sidak bersama instansi terkait seperti Disperindag, Bulog, Polres dan Kodim 0403 OKU ini dilakukan guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok dan persediaannya pun mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri nanti.

"Kami melakukan pengecekan harga sembako di pasar tradisional, Indomaret dan gudang distributor untuk mengetahui stabil tidaknya harga sembako," katanya.

Dari hasil sidak di pasar tradisional, harga kebutuhan pokok masih tetap stabil tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah seperti minyak goreng kemasan merek Minyakita masih diharga Rp15.700/liter, beras medium Rp13.500/Kg, gula pasir Rp18.000/Kg dan telur ayam ras Rp30.000/Kg.

BACA JUGA:Teddy Buka Musrenbang Kabupaten OKU

BACA JUGA:IRT di OKU Tewas Ditabrak Babaranjang

Sedangkan, untuk harga daging ayam broiler saat ini dipatok pedagang sebesar Rp43.000/Kg dan daging sapi potong masih dijual pedagang kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000/Kg.

"Selain harga stabil, sejumlah kebutuhan pokok juga dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan, bahkan hingga Hari Raya Idul Fitri nanti," ujarnya.

Sementara, Kepala Bulog OKU Junirman menambahkan bahwa selama Ramadhan tahun ini pihaknya menggencarkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Minyakita melalui jalur distribusi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) seperti pasar tradisional serta outlet binaan bulog.

Dia menjelaskan, hal itu dilakukan untuk menjaga pasokan dan harga kebutuhan pokok, khususnya pada beras dan minyak goreng agar tetap stabil selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

BACA JUGA:Warga Rantau Panjang Geger, Tengkorak Manusia Ditemukan di Hutan Belukar Perkebunan

BACA JUGA:Gelapkan Motor Keponakan, Warga OKU Timur Ditangkap Tim Singa Ogan

Sesuai ketentuan dua jenis komoditi ini tidak boleh dijual pedagang melebihi HET pemerintah yaitu beras SPHP sebesar Rp12.500/5 kilogram dan Minyakita Rp15.700/liter.

"Persediaan beras dan minyak goreng di Gudang Bulog OKU juga mencukupi kebutuhan masyarakat selama lima bulan kedepan. Jadi masyarakat tidak perlu panik dengan berbelanja secara berlebihan," ujarnya. (len)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: