Iklan Astra Motor

Menimbang Tagline “One PTPN, One Culture”

Menimbang Tagline “One PTPN, One Culture”

Menimbang Tagline “One PTPN, One Culture”-Foto:dokumen palpos-

Budaya lama yang tersisa masih menjadi tantangan utama. Di level pekerja, perubahan terlihat dari meningkatnya disiplin, produktivitas, dan kebersamaan.

Namun, di level elite manajemen, perubahan tersebut belum sepenuhnya terasa. Egosentrisme eks-entitas dan fragmentasi kepentingan dinilai masih menghambat akselerasi kolektif.

BACA JUGA:Pendampingan Eco-Green Sekolah dalam Mendukung Program Sekolah Adiwiyata Menuju Sekolah Hijau Berkelanjutan

BACA JUGA:Nokia X2 2026 Resmi Hadir di Indonesia, Smartphone Entry-Level dengan Baterai Tahan Lama

Keberhasilan masa lalu di masing-masing regional memang patut dihargai, tetapi tantangan masa depan menuntut perubahan paradigma: dari orientasi “kesuksesan unit” menuju “kemenangan grup”.

Menghapus sekat eksklusivitas bukan berarti menghilangkan identitas, melainkan membangun budaya kerja yang lebih bermartabat dan kompetitif.

Dalam proses ini, serikat pekerja memegang peran strategis. Pengurus pusat dituntut bersikap kritis dan progresif dalam mengawal aspirasi pekerja serta memastikan efisiensi korporasi berjalan seiring dengan keadilan sosial.

Persaingan sejati PTPN bukanlah antarunit atau antarindividu, melainkan di pasar global. Karena itu, seluruh insan PTPN perlu meninggalkan sekat lama demi masa depan bersama yang lebih kuat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: