Iklan Astra Motor

Kinerja Moncer PEP Zona 4 Sepanjang 2025, EBITDA Tembus US$887,44 Juta

Kinerja Moncer PEP Zona 4 Sepanjang 2025, EBITDA Tembus US$887,44 Juta

PEP Zona 4 mencatat EBITDA solid mencapai US$887,44 juta sepanjang 2025 seiring peningkatan produksi migas.-Foto:dokumen palpos-

Penurunan biaya produksi tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menerapkan berbagai program efisiensi, mulai dari optimalisasi proses produksi, peningkatan keandalan fasilitas, hingga penguatan budaya kerja yang berorientasi pada kinerja dan keselamatan.

Tak hanya itu, efisiensi juga tercermin pada biaya operasi (operating cost). Sepanjang tahun 2025, operating cost PEP Zona 4 tercatat sebesar US$11,18 per BOE, lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$11,63 per BOE.

BACA JUGA:Buka Manasik Haji Terintegrasi, Wawako Prabumulih Tegaskan Dukung Penuh Penyelenggaran Ibadah Haji

BACA JUGA:Peserta KB di Prabumulih Meningkat, Tahun 2025 Tercatat 2.900 Akseptor Baru

Penurunan biaya operasi ini menjadi indikator bahwa langkah-langkah pengendalian biaya yang dilakukan perusahaan berjalan efektif tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keandalan operasi.

“Kami terus berupaya melakukan operasi produksi migas yang efisien, aman, dan berkelanjutan.

Efisiensi biaya menjadi salah satu kunci utama agar perusahaan tetap kompetitif dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi negara,” jelas Djudjuwanto.

Kinerja keuangan yang solid tersebut berjalan seiring dengan peningkatan produksi migas di wilayah kerja PEP Zona 4.

Sepanjang tahun 2025, produksi minyak PEP Zona 4 berhasil menembus angka 27.642 barel minyak per hari (barrels oil per day/BOPD). Capaian ini meningkat sekitar 6,6 persen dibandingkan produksi minyak pada tahun 2024.

Sementara itu, produksi gas juga menunjukkan performa yang positif. Pada tahun 2025, produksi gas PEP Zona 4 tercatat mencapai 530,9 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).

Produksi gas tersebut menjadi salah satu kontribusi penting dalam menjaga pasokan energi, khususnya gas bumi, bagi kebutuhan industri dan pembangkit listrik di dalam negeri.

Menurut Djudjuwanto, pertumbuhan produksi migas menjadi fondasi utama bagi terjaganya kinerja keuangan perusahaan. Dengan produksi yang meningkat dan biaya yang terkendali, PEP Zona 4 mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan produksi migas menjadi fondasi penting bagi kinerja keuangan perusahaan. Melalui pengelolaan biaya yang disiplin dan optimalisasi lapangan secara berkelanjutan, PEP Zona 4 mampu menjaga kinerja operasional dan keuangan tetap solid,” ucapnya.

Ia menambahkan, ke depan PEP Zona 4 akan terus fokus pada upaya peningkatan produksi melalui optimalisasi lapangan eksisting, penerapan teknologi yang tepat guna, serta penguatan aspek health, safety, security, and environment (HSSE). Langkah ini sejalan dengan komitmen PT Pertamina EP sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero) dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pembangunan berkelanjutan.

Dengan capaian kinerja sepanjang 2025 tersebut, PEP Zona 4 optimistis dapat terus berkontribusi secara signifikan terhadap produksi migas nasional, sekaligus menjaga kinerja keuangan perusahaan tetap sehat di tengah tantangan industri energi global yang dinamis. (abu)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait