Pengakuan Maryanto alias Yan: Saya Sakit Hati Karena Merasa Diperalat

Pengakuan Maryanto alias Yan: Saya Sakit Hati Karena Merasa Diperalat

Tersangka Maryanto alias Yan dengan kaki ditembak Satreskrim Polres Lubuklinggau, Jumat (02/09). -Palpos.id-

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID - Tersangka pembunuh Samsudin alias  Untary alias Tary (43), pemilik salon hias di RT 01, Kelurahan Prumnas Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, akhirnya diringkus Tim Macan Polres Lubuklinggau.

Tersangka adalah Maryanto alias Yan (27), warga asal Desa Lubuk Saung, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara.

Tersangka diringkus di kamar kostan nya di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu, 31 Agustus 2022, sekitar pukul 19.30 WIB.

Aksi nekatnya membunuh korban ternyata dilatari rasa sakit hati, karena tersangka merasa telah diperalat oleh korban.

BACA JUGA:Lima Kali Dicabuli Tak Dibayar, Maryanto Nekat Bunuh Korban Tary

"Saya sakit hati, saya merasa telah diperalat," ungkap tersangka kepada awak media saat tiba di Mapolres Lubuklinggau, Jumat, 02 September 2022.

Diceritakan tersangka pertama kali dirinya kenal korban melalui media sosial (medsos) Facebook.

"Dia yang duluan chat aku," ujar tersangka tanpa menyebutkan waktu yang pasti awal perkenalan mereka.

Dari perkenalan itu lanjut tersangka, korban menawarkan pekerjaan pada tersangka untuk membantu korban bila ada orderan menghias pengantin.

BACA JUGA:Polisi Kantongi Identitas Tersangka Pembunuhan Pemilik Salon di Lubuklinggau

"Aku dijanjikan upah Rp 50 ribu untuk bantu bawa-bawa semua barang korban kalau ada orderan merias," jelasnya.

Suatu malam, korban mengaku bahwa dia penyuka sesama jenis dan sedang membutuhkan seseorang untuk menyalurkan hasratnya.

Lalu korban meminta tersangka untuk melayaninya dengan iming-iming upah Rp300 ribu. "Aku butuh duit, jadi aku mau," ujar tersangka.

Namun setelah tersangka melayani hasrat korban, ternyata korban tidak langsung membayarnya.

BACA JUGA:Pemilik Salon Ditemukan Meninggal dalam Kontrakan

"Susah satu bulan aku tinggal sama dia, ada orderan merias dia tidak juga bayar dan sudah lima kali aku disodominya," kata terasangka tanpa aling-aling.

Karena uang dijanjikan tidak kunjung dibayar, sementara tenaganya sudah dikuras baik sebagai asisten mike up maupun jasanya melayani hasrat korban. Belum lagi pekerjaan rumah yang semuanya dilakukan tersangka.

"Aku jadi kesal, sakit hati, meraso sudah diperalat korban," ulang tersangka mengungkap motif pembunuhannya.

Menurut tersangka, dia melancarkan aksi pembunuhan itu saat waktu sudah lewat tengah malam, tepatnya Selasa (23/8), sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. "Aku bunuhnyo pas Senin malam Selasa sekitar jam satu," kata tersangka.

BACA JUGA:Dua Tahun Buron, Pelaku Pembunuhan di Muratara Ditangkap di Lubuklinggau

Karena tidak memiliki uang sama sekali, lanjut tersangka dirinya mengambil semua barang yang bisa dibawanya termasuk handphone dan sepeda motor korban.

Motor korban kemudian dijual tersangka kepada Apriyan (tersangka penadahan) yang akhirnya ikut terseret hukum karena kasus pembelian sepeda motor hasil curian dari tersangka.

Dari hasil penjualan motor itu, tersangka akhirnya berangkat ke Padang dan tinggal di kost-an.

Baru beberapa hari tinggal di Padang, jejaknya diketahui polisi dan akhirnya tersangka berhasil ditangkap. "sekarang aku Cuba biso nyesal," pungkas tersangka. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: