Terancam Tak Dapat Bansos, Tukang Ojek Protes

Terancam Tak Dapat Bansos, Tukang Ojek Protes

Foto: Ilustrasi Tukang Ojek--

PRABUMULIH, PALPOS.ID - Sejumlah tukang ojek di Kota Prabumulih, mengeluh (protes). Pasalnya, mereka tidak dapat mendaftarkan diri sebagai calon penerima bantuan sosial (Bansos) sektor transportasi lantaran kuota 1000 tukang ojek calon penerima bantuan telah terpenuhi (sudah penuh).

 

“Kami lah jauh-jauh datang ke terminal di Jalan Lingkar, tapi waktu sampai disana berkas kami dak diterimo. Kata petugas dishub yang mendata sudah full kuotanyo sudah seribu yang masuk,” ungkap DO (inisial), salah satu ojek online di Kota Prabumulih, Rabu (21/9).

 

DO mengaku bingung, dengan pendataan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut. Pasalnya, untuk mendaftar calon penerima bansos hanya cukup membawa KK (kartu keluarga), KTP dan SIM C. “Harusnya ada keterangan minimal dari Ketua RT setempat yang membenarkan bahwa memang tukang ojek atau bukan,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, DO mendesak agar pemerintah mendata ulang tukang ojek calon penerima bantuan tersebut untuk menghindarai persoalan hukum dikemudian hari. “Takutnyo kagek yang menerima justru bukan tukang ojek tapi orang mampu atau lainnya,” tuturnya.

 

Senada dikatakan tukang ojek lainnya yang enggan namanya disebutkan. Tukang ojek tersebut mempertanyakan, apakah benar 1000 orang yang mendaftar bantuan untuk tukang ojek tersebut benar-benar bekerja sebagai tukang ojek.

 

“Apa buktinya mereka benar-benar tukang ojek, kalau sekedar KTP, KK dan SIM C dak biso jadi patokan itu tukang ojek harusnya ada syarat lainnya,” tuturnya sembari mengaku dirinya belum pernah mendapatkan bantuan sosial tersebut.

 

Menanggapi keluhan itu Ketua DPRD Prabumulih, Sutarno SE mengatakan dalam melakukan pendataan pemerintah pasti memiliki standar atau persyaratan tertentu yang harus dipenuhi sesuai ketentuan. "Tentunya mereka sudah ada ketentuan syarat untuk siapa saja yang bisa menerima bantuan itu," katanya.

 

Sumber: