Wisata Religi di Bali, Ada Masjid Yang berumur 400 Tahun

Wisata Religi di Bali, Ada Masjid Yang berumur 400 Tahun

Masjid Asy Syuhada-Foto: Tangkapan Layar-Youtube

PALEMBANG, PALPOS.ID - Masjid Asy Syuhada, merupakan salah satu masjid tertua di Bali yang telah berdiri sejak abad ke 17, yang terletak di Kampung Bugis. 

Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Kampung Bugis. Di sebelah masjid ini terdapat rumah panggung khas suku Bugis yang sudah berusia 200 tahun.

Masjid Asy Syuhada terletak di Pualu Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Letak masjid ini tak jauh dari pusat konservasi penyu dan kantor Kelurahan Serangan.

Arsitektur bangunan masjid ini masih dipertahankan sejak awal pembangunanya. Masjid ini bisa menampung sekitar 200 jamaah. 

BACA JUGA:Ada 6 Kota Mati Yang Dihapus Dari Peta Indonesia, Bahkan Terkenal Hingga Ke Mancanegara

Sejumlah sisi bangunan masih dipertahankan keaslianya seperti 4 pilar penopang atap yang terbuat dari kayu jati, mimbar ceramah bertingkat dari kayu jati. Langit-langit masjid masih asli terbuat dari kayu jati. 

Keunikan lain dari Masjid Asy Syuhada adalah adanya peninggalan Al-Quran yang diperkirakan sudah berusia 300 tahun. Lembaran Al-Quran ini terbuat dari daun pisang serta dilapisi penutup dari kulit sapi. 

Bachtiar, seorang pengurus Masjid Asy Syuhada mengatakan, Al-Quran tersebut sudah lapuk dan tetap dirawat sebagai peninggalan budaya masa lampau dan disimpan di rumah warga. 

Masjid Asy Syuhada diyakini sebagai masjid tertua kedua di Bali setelah Masjid Nurul Huda di Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung yang dibangun apada abad ke-14

BACA JUGA: Kawasaki J125: Tampil Mungil tapi Bikin Jatuh Hati!

Ide pembangunan Masjid Asy Syuhada datang dari Syekh Haji Mukmin bin Hasanuddin yang dikenal juga sebagai Puak Matoa, ulama asal Ujungpandang yang tinggal di Serangan.

Kehadiran kampung Muslim ini tak lepas dari peran Raja Cokorda Ngurah Sakti atau juga dikenal sebagai Raja Cokorda Pemecutan III dari Kerajaan Badung yang memberi hadiah lahan seluas 5 ribu meter persegi untuk masyarakat Bugis sebagai tempat tinggal di Serangan.

Hadiah itu diberikan karena masyarakat Bugis dikenal setia, karena telah membantu prajurit Kerajaan Badung saat menaklukkan Kerajaan Mengwi pada abad ke-17. 

Ketua Takmir Masji Kampung Bugis, Syukur menjelaskan, umat Muslim dan Hindu di Serangan hidup saling menghormati. Saling bertoleransi, terutama saat acara keagamaan atau ketika ada aktivitas bersama. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: